TANJUNG SELOR – Seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diikuti 872 peserta, untuk tes tertulis menggunakan CAT (Computer Assisted Test), telah selesai dilaksanakan pada Selasa (27/11) lalu.
Dari jumlah tersebut, 15 peserta dipastikan tidak lolos dikarenakan absen saat pelaksanaan tes tertulis. Absennya peserta tersebut, menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan Nurdiana, tidak diketahui alasannya.
“Sudah dipastikan gugur saat tes CAT karena peserta absen kehadiran,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/11).
Dikatakan Nurdiana, untuk kebutuhan formasi yang diusulkan sebanyak 320 orang, dari tenaga kesehatan, pendidikan dan teknis. Rinciannya, 100 tenaga pendidikan, 143 tenaga kesehatan dan 78 teknis. Namun, terdapat 45 formasi yang kosong saat proses pendaftaran seleksi kompetensi.
“Saat ini, kita masih menunggu hasil dari seleksi kompetensi yang sudah diserahkan ke BKN (Badan Kepegawaian Negara). Karena BKN nantinya yang menentukan,” terang Nurdiana.
Mengenai penetapan hasil dari seleksi kompetensi, lanjut dia, masih tentatif. Tapi, bila mengacu pada jadwal yang sudah ada, diperkirakan pertengahan Desember mendatang. Sedangkan untuk penyerahan Surat Keputusan (SK) peserta yang lulus diberikan pada Januari 2024.
Dia juga mengatakan, untuk penilaian dari formasi umum maupun khusus, berbeda. Pada formasi umum, telah ditetapkan menggunakan passing grade. Sedangkan di formasi khusus dengan sistem perankingan.
“Kita juga berharap ada optimalisasi dari BKN, terhadap formasi yang masih kosong karena tak ada pendaftar saat seleksi kompetensi berlangsung,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono mengakui, formasi kebutuhan tenaga kesehatan memang ada beberapa yang tidak terisi. Dikarenakan tidak terpenuhinya persyaratan, bahkan saat seleksi administrasi ada yang tidak lolos sekitar 30 orang.
“Formasi yang tak terisi itu ada untuk tenaga kesehatan dan dokter spesialis. Kita memang membutuhkan sekitar 800 orang. Tapi jumlah itu tidak bisa secara langsung terpenuhi seluruhnya,” kata Imam.
Untuk tahun ini, kata Imam, mengajukan usulan 143 tenaga kesehatan. Ternyata dari jumlah formasi pun belum seluruhnya terisi. Sehingga, tahun depan Dinkes Bulungan kembali mengajukan usulan. Jumlah kebutuhan sekitar 800 orang tersebut untuk tenaga kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit. (kn-2)


