Saturday, 23 May, 2026

2 Siswa Terpapar Covid-19

TANJUNG SELOR – Kasus penambahan positif Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) masih terjadi. Namun, untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap dilaksankan.

Pasalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara ada evaluasi selama penerapan PTM tersebut. Sejak 3 Januarilalu, evaluasi dilakukan. Disdikbud berpedoman pada edaran 4 SKB Menteri yang selama ini digunakan.

Menurut Kepala Disdikbud Kaltara Teguh Henri Sutanto hasil evaluasi, ada siswa terpapar Covid-19. Masing-masing di SMA dan SMK. Seluruh Kaltara hanya dua yang melaporkan resmi ke Disdikbud Kaltara.

“Artinya, PTM masih dalam kategori aman. Karena hanya dua siswa yang informasinya positif se-Kaltara,” ungkapnya, Rabu (9/2).

Pelajar yang terpapar tersebut di Kabupaten Bulungan. Artinya, dibawah nol persen paparan Covid. Untuk sekolah lainnya, masih berjalan normal.

“Kita upayakan, jangan sampai terjadi kegelisahan ketika terpapar dan takut. Sudah kita antisipasi prokes ketat. Pembelajaran jaga jarak semua kita pantau. Hasil evaluasi PTM masih aman,” tuturnya.

Dalam aturannya, ketika siswa di satu sekolah tidak lebih 5 persen dari jumlah siswa yang terpapar Covid-19. Maka sekolah diliburkan selama 5 hari. Sehingga siswa menjalani sekolah daring selama 5 hari tersebut. “Jadi untuk saat ini sekolah masih aman. Di Kaltara, hanya dua sekolah yang siswanya dinyatakan positif. Itupun sudah  ditindaklanjuti. Kami perintahkan Kepala Sekolah meliburkan, belajar daring dan penguatan orang tua siswa,” jelasnya.

Sementara itu, menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait antisipasi pencegahan kasus Omicron di daerah. Bersama Satgas Penanganan Covid-19, Bupati Bulungan Syarwani memimpin rapat koordinasi (rakor) antisipasi pencegahan kasus Omicron, di ruang rapat Kantor Bupati Bulungan, Selasa lalu (8/2).

Syarwani mengatakan, saat ini kasus Omicron terus meningkat. Khususnya, di daerah Jawa-Bali. Namun, tidak menutup kemungkinan penyebarannya sampai di luar Jawa-Bali. Karenanya, Presiden menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah untuk segera mengambil langkah antisipasi. Seperti, mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan percepatan vaksinasi bagi kelompok sasaran lanjut usia (lansia) di daerah.

“Beberapa poin itu yang menjadi arahan Presiden yang disampaikan melalui vicon (video conference),” ujar Syarwani.

Pemkab Bulungan akan menyiapkan pos karantina (Poskar) khusus bagi pasien Omicron dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk. “Informasi dari Direktur Rumah Sakit terkait langkah antisipasi. Rumah sakit telah menyiapkan ketersediaan oksigen, obat-obatan dan tempat tidur,” ungkap Syarwani.

Syarwani menghimbau kepada kepala desa (kades) untuk kembali menggiatkan PPKM di tingkat desa. “Pelaksanaan pembelajaran juga harus terus diawasi. Khususnya dalam penerapan protokol kesehatan, hingga penyemprotan disinfektan pada sekolah,” pintanya.

Syarwani meminta kepada Dinas Kesehatan Bulungan untuk terus memperkuat 3T (testing, tracing dan treatment). “Sesuai laporan dari Kepala Dinkes Bulungan pelaksanaan 3T sampai saat ini masih terus dilaksanakan,” imbuhnya.

Dinkes juga telah menyiapkan tes antigen sebanyak 4.800 unit rapid test. Rencana sebagian didistribusikan ke masing-masing kecamatan. Sebagian besarnya di Tanjung Selor. Karena dilakukan testing tracing di Tanjung Selor, juga didistribusikan di puskesmas sebagai antisipasi.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Syarwani mengingatkan, akan menyiapkan rusunawa sebagai tempat karantina. Khusus bagi pasien yang dinyatakan terpapar Omicron. Diperkirakan bangunan yang berlokasi di Jalan Sengkawit bisa menampung sekitar 200 orang. Sebab, dalam satu kamar ada tiga bed (tempat tidur).

“Memang sebelumnya pos karantina di BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Bulungan. Karena di sana (BKPSDM) disiapkan sebagai tempat diklat. Sekarang ini di rusunawa dinilai telah memenuhi syarat sebagai poskar. Karena tempatnya terisolir (jauh dari pemukiman),” urai Bupati.

Untuk akses keluar masuk juga hanya satu titik. Jadi, dari sisi pengawasan lebih mudah. Tidak ada pintu lain. Lebih lanjut Syarwani mengatakan berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Bulungan per tanggal 7 Februari 2022. Jumlah kasus positif sebanyak 14 orang dan telah mengirim tujuh sampel pasien positif Covid-19 ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) untuk selanjutnya diperiksa menggunakan metode whole genome sequencing (WGS).

“Informasinya hasil pemeriksaan sampai hari ini belum ada. Mudahan tujuh sampel itu tidak terdapat varian baru Omicron,” tutup Syarwani. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru