TARAKAN – KM Rina Putri 2 tenggelam di perairan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan sekitar pukul 19.30 Wita, Minggu lalu (20/2), diduga akibat cuaca ekstrem. Dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Karena tiga orang nelayan berhasil selamat.
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara Rustan mengakui, mendapat informasi 3 orang nelayan warga Kelurahan Lingkas Ujung terkena hujan badai. Posisi kapal saat itu sedang melakukan penangkapan ikan kurau di perairan Pulau Bunyu.
“Posisinya memang hujan deras, angin kencang dan gelombang besar. Akhirnya kapal tenggelam dan tersangkut di jangkar. Tiga korban berenang mendekati kapal ponton,” ujarnya, Senin (21/2).
Setelah itu, Anak Buah Kapal (ABK) ponton datang menyelamatkan korban. Ia memastikan tiga korban tidak menderita luka-luka. Sebab ketiga korban mahir berenang untuk menyelamatkan diri.
Kapal korban juga berhasil dilakukan evaluasi bersama para nelayan dan personel POSAL Bunyu. Hingga pukul 17.00 Wita, kapal sedang dievakuasi. Dengan cara ditarik menggunakan kapal milik PT Pertamina menuju Tarakan. Penarikan dengan menggunakan tali tambang sempat terputus. “Sempat terkendala juga, karena arus air kencang. Jadi tunggu air tenang, baru naik,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi kapal saat beroperasi dalam keadaan baik. Hanya saja kondisi cuaca yang menyebabkan kapal tenggelam. “Kapal habis tenggelam, ada kerusakan. Hasil laut pasti ada, karena sudah tiga hari melaut,” bebernya.
Ia mengimbau, para nelayan agar berhati-hati saat beraktivitas di laut pada malam hari. Sebab cuaca ekstrem saat ini sulit diprediksi. Terlebih bisa memakai alat keselamatan atau life jacket dan membawa alat komunikasi maupun GPS.
“Buktinya yang menenggelamkan itu angin barat daya. Padahal kami harapkan itu angin utara barat laut. Kalau kami lihat itu bukan waktunya. Kami juga melaut, melihat situasi kami langsung pulang,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Seksi Operasional dan Kesiapsiagaan pada Kantor SAR Tarakan Dede Hariana menerima informasi sekitar pukul 23.00 Wita dan langsung melakukan pengecekan. “Informasinya ada kapal yang melintas. Jadi ketiga korban ikut kapal itu dan selamat semua,” tuturnya.
Adapun untuk spesifikasi kapal mesin berukuran GT-13 yang terbalik dikarenakan gelombang. Pada saat malam kejadian, pihak Basarnas berusaha menghubungi pihak KNTI.
“Pas malam itu kita memonitor kebenaran berita. Tak langsung percaya, karena informasi lewat mulut ke mulut. Malam itu kita koordinasi, tidak ada yang bisa dikonfirmasi. Baik dari instansi atau pemilik, akhirnya pagi baru dapat informasi dari Ketua KNTI,” tuturnya. (kn-2)


