Sunday, 19 April, 2026

5 Kecamatan Rawan Karhutla

TANJUNG SELOR – Terjadinya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bulungan, perlu diantisipasi sejak dini. Mengingat, Bulungan masih sering terjadi Karhutla.

Dalam penindakan agar tidak terjadi karhutla, menurut Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan Risdianto, perlu adanya upaya nyata dengan melibatkan dunia usaha. Termasuk melibatkan unsur pentahelix. Karena itu tidak harus pemerintah, tapi ada beberapa unsur yang terlibat di dalamnya, termasuk masyarakat, media, pelaku usaha dan akademisi.

“Kita libatkan dunia usaha untuk mencegah dalam penanganan karhutla,” terang Risdianto, Rabu (27/7) lalu.

Bahkan, dengan melibatkan pelaku usaha sudah tertuang dalam nota kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU). Seluruh pentahelix akan saling bersinergi dalam mengantisipasi bencana di Bulungan. Pemerintah daerah pun akan terus melakukan evaluasi, titik wilayah rawan karhutla di Bulungan.

Ketika itu telah dilakukan, maka titik-titik tersebut menjadi atensi dari pemerintah daerah. Pelaku usaha, termasuk perusahaan berkewajiban mendukung pemerintah dan masyarakat, dalam menangani bencana di wilayahnya. Seusai pendataan pemkab, sudah ada 18 perusahaan yang telah bersinergi.

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, ada 5 kecamatan rawan karhutla. Mencakup, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Peso Hilir, Peso, Tanjung Palas Utara dan Tanjung Palas.

“Sebagai pencegahan agar tak terjadi karhutla, juga dibutuhkan kesadaran masyarakat ketika ingin membuka lahan baru. Setidaknya dapat dilakukan pengawasan, sehingga karhutla tidak terjadi,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru