Thursday, 16 April, 2026

5 Nelayan Dilaporkan Hilang Kontak

TARAKAN – Lima orang nelayan diduga hilang di perairan antara Pulau Tarakan dan Bunyu, sekitar pukul 11.00 Wita, sejak 3 Juli lalu. Namun keluarga korban baru melaporkan 4 hari, pasca kejadian hilang kontak sekitar pukul 13.30 Wita, Kamis (7/7).

Ketua Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara Rustan mengatakan, awalnya keluarga korban memberitahukan lima orang nelayan telah hilang kontak selama 4 hari. Perahu Kapal Putra Senjai Jaya yang digunakan korban diketahui tidak membawa jangkar. Bahkan bekal makanan yang disiapkan untuk melaut hanya cukup untuk 2 hari.

“Setelah hilang kontak itu, keluarga korban langsung membuat laporan resmi di kantor Basarnas Tarakan,” jelasnya.

Pihaknya bersama nelayan lain menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP), di titik koordinat N0313778-E11802798. Ia menegaskan, salah seorang korban Kahar (39) sempat menghubungi keluarga melalui sambungan telepon ke keluarganya sekitar pukul 15.00 Wita. Namun tiba-tiba keluarga kembali hilang kontak dengan korban.

“Katanya macet mesinnya (korban) di sekitar Tana Kuning sejauh 40 mil. Selain Kahar ada juga korban Hasbi (30), Nasrul (28), Eko (28) dan Aldi (17) sudah 4 malam berada di laut,” sebutnya.

Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril melalui Kasi Operasional dan Kesiapsiagaan, Dede Hariana mengatakan, diduga kecelakaan kapal Putra Senjai Jaya 2 dengan mesin 70 pk. Hilang kontak dilaporkan pihak keluarga, antara perairan Tarakan dan Bunyu dengan POB (person on board) 5 orang belum kembali.

“Waktu kejadian sekira pukul 11.00 Wita, Minggu (3/7). Kami terima informasi sekira pukul 13.30 Wita tadi (kemarin, Red). Koordinat 3°13’0.00″N 118°1’60.00″E, Heading  105,74 ˚dan jarak lokasi kejadian perkara sekitar 28.68NM,” ungkapnya.

Pihaknya menurunkan tim pencarian dengan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), dibantu alat Aquaeye dan Echosounder. Sementara untuk kondisi cuaca berawan, arah angin Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan angin sekitar 2 hingga 15 Knot dan tinggi gelombang 0,5 hingga 1,25 meter.

Setelah dilakukan pencarian, sekira pukul 16.00 Wita diketahui ada komunikasi keluarga dengan nakhoda kapal, Kahar. Yang mengatakan mesin macet di sekitar Tana Kuning, Kabupaten Bulungan sekitar 40 Mil. “Makanya kami telusuri dengan mengitari Tana Kuning. Lokasinya jauh, ditambah kami ada kendala cuaca dan ombak tinggi,” ungkapnya.

Lokasi awal diduga lokasi hilangnya korban dengan informasi posisi korban terbaru sangat jauh. Terutama dengan kondisi sudah hampir malam. Pencarian hari pertama ditutup sekira pukul 18.00 Wita, mengingat jarak pandang yang terbatas.

Selain itu, nakhoda kapal juga sulit dihubungi karena sinyal hilang. Komunikasi menggunakan jaringan telepon seluler masih tidak bisa dilakukan.

Tinggi gelombang dan jarak pandang menyulitkan, karena sudah memasuki malam hari. Hambatan cuaca ini ditambah faktor lainnya. “Kami juga melakukan komunikasi dengan nelayan yang melakukan pencarian ikan di wilayah Tana Kuning maupun yang kami temui di perjalanan. Apakah itu kapal nelayan, kapal negara atau kapal dengan channel marine, mungkin tahu ada kapal melintas,” pungkasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru