Saturday, 4 April, 2026

7 Larangan Jadi Atensi Operasi Zebra Kayan 2023

TANJUNG SELOR – Selama dua pekan ke depan, terhitung 4-17 September mendatang, Operasi Zebra Patuh Kayan Tahun 2023 kembali digelar. Operasi tersebut merupakan operasi dari Polri, untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas dan kesadaran hukum di kalangan masyarakat.

Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Zebra Kayan 2023 pun sudah terlaksana di Lapangan Mapolda Kaltara, Senin (4/9). Dipimpin langsung Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya. Dikatakan Kapolda, operasi ini untuk memaksimalkan persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru serta Pemilu serentak tahun 2024.

“Operasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran, disiplin dan kepatuhan hukum masyarakat. Dalam berlalu lintas, agar dapat menekan angka pelanggaran, kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” terang Daniel.

Dia pun mengharapkan, pelaksanaan operasi ini dapat memberikan dampak nyata terhadap perilaku dan kesadaran masyarakat dalam berkendara. Sehingga apa yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dapat terwujud.

Bahkan, Kapolda juga menekankan kepada seluruh personel yang terlibat operasi. Agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tangggung jawab, mengedepankan sikap humanis, senantiasa menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan.

Gelar pasukan juga dilaksanakan di Makopolresta Bulungan di hari yang sama. Menurut Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha, Operasi Zebra Patuh Kayan 2023 ini merupakan bentuk operasi pemeliharaan keamanan Bidang Lalu Lintas. Dengan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis. Didukung penegakan hukum secara elektronik, baik statis dan mobile serta teguran simpatik.

Operasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran, disiplin dan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalu lintas. Agar dapat menekan angka pelanggaran, kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

“Masyarakat untuk patuh terhadap aturan berlalu lintas dan memberikan kerja sama kepada personel selama pelaksanaan operasi ini. Dengan bersama-sama menjaga kedisiplinan berlalu lintas. Sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan dan menciptakan lingkungan berlalu lintas, yang lebih aman bagi semua pengguna jalan,” harapnya.

Kapolresta Bulungan menekankan kepada seluruh personel yang terlibat operasi. Agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, mengedepankan sikap humanis, senantiasa menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan.

Sementara itu, hal serupa juga dilaksanakan Polres Tarakan untuk menyiagakan personel dalam Operasi Zebra Kayan 2023. Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengatakan, pada Operasi Zebra kali ini fokus terhadap edukasi masyarakat agar tertib berlalu lintas. Namun, penegakan hukum berupa tilang selama Operasi Zebra tetap dilakukan.

“Baik tilang elektronik maupun pemberian teguran tertulis pada masyarakat yang melanggar. Untuk kasat mata kami tindak,” katanya, Senin (4/9).

Tilang ditempat ini bertujuan untuk mencegah terjadinya fatalitas tinggi dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Adapun mayoritas pelanggaran yang kerap kali terjadi, seperti tidak mengenakan helm, melawan arus, dan knalpot brong atau knalpot yang menghasilkan suara bising.

Dalam operasi ini terdapat 7 prioritas pelanggaran, yakni menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara atau pengemudi di bawah umur, pengendara sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengendara atau pengemudi tak menggunakan helm atau safety belt, pengemudi atau pengendara dalam pengaruh minuman beralkohol, pengemudi atau pengendara melawan arus dan melebihi batas kecepatan.

“Kalau edukasi kami memang tidak ada hentinya mengedukasi ke masyarakat, baik itu pengguna jalan atau pengemudi,” sambung Kasat Lantas Polres Tarakan Iptu Gisca Yashella.

Sasaran masyarakat yang diberikan edukasi, yakni buruh pelabuhan. Kendati para buruh hanya bekerja di lingkungan pelabuhan tetapi aktivitas mobile juga dilakukan di luar pelabuhan.

“Kami juga sering sosialisasi larangan pengendara di bawah umur, yang mayoritas merupakan anak sekolah. Di sekolah-sekolah itu sudah kami datangi, bahkan sampai di Juata, Tarakan Utara,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru