Monday, 4 May, 2026

Lapangan Usaha Picu Pertumbuhan Ekonomi

TANJUNG SELOR – Ekonomi Kalimantan Utara tahun 2022 terjadi pertumbuhan 5,34 persen, jika dibandingkan tahun 2021.

Hal ini disebabkan pertumbuhan hampir semua lapangan usaha selain konstruksi. Di mana yang paling besar yakni lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,94 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mas’ud Rifai menerangkan, adapun lapangan usaha lainnya yang memicu pertumbuhan ekonomi, berupa transportasi dan pergudangan tumbuh 10,38 persen. Jasa lainnya tumbuh 9,55 persen. Jasa keuangan dan asuransi tumbuh 9,15 persen. Perdagangan besar eceran dan reparasi mobil dan sepeda motor 9,09 persen dan informasi dan komunikasi 8,47 persen.

“Lapangan usaha lainnya tumbuh kurang dari 8,00 persen. Sedangkan lapangan usaha konstruksi mengalami kontraksi 2,02 persen,” terangnya, Senin (6/2).

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Kaltara tahun 2022. Bahwa sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 1,88 persen. Diikuti perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 1,05 persen.

Selanjutnya, pertanian, kehutanan dan perikanan 0,66 persen. Transportasi dan pergudangan 0,63 persen, industri pengolahan 0,35 persen, informasi dan komunikasi  0,28 persen. Sedangkan lapangan usaha lainnya kurang dari 0,2 persen.

Struktur perekonomian Kalimantan Utara menurut lapangan usaha tahun 2022 masih didominasi empat lapangan usaha utama. Mencakup pertambangan dan penggalian (36,42 persen), pertanian, kehutanan dan perikanan (14,06 persen). Perdagangan besar eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 11,11 persen. Serta konstruksi 10,82 persen.

“Peranan keempat lapangan usaha dalam perekonomian mencapai 72,42 persen,” imbuhnya.

Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) pengeluaran. Kecuali komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (P-KP) yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,23 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 6,56 persen.

Diikuti komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (PK-LNPRT) 4,72 persen. Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) 4,46 persen. Lalu, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 2,37 persen.

Sementara itu, komponen impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang dalam PDRB menurut pengeluaran, mengalami pertumbuhan 4,88 persen. Struktur PDRB Kalimantan Utara menurut pengeluaran, atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

Perekonomian Kalimantan Utara masih didominasi oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 150,08 persen. Komponen PMTB 35,05 persen, komponen PK-RT 12,97 persen, komponen PK-P 8,17 persen, komponen PK-LNPRT 0,86 persen.

Kemudian, komponen perubahan inventori 0,37 persen. Sementara komponen impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB memiliki peran sebesar 48,31 persen. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru