Monday, 4 May, 2026

Kampung Arab Diproyeksi Jadi Kawasan Kota Tua

TANJUNG SELOR – Penataan tata ruang kota, khususnya pada bangunan yang melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB) jadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tahun ini.

Senin (6/2), dilaksanakan pertemuan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah), Bupati Bulungan Syarwani menginstruksikan DPUPR melakukan penataan. Seiring dengan pertumbuhan penduduk semakin meningkat setiap tahunnya.

“Jadi penataan ruang dan lingkungan sangat berdampak, untuk keindahan daerah kita. Kami berharap DPUPR tahun ini, kalau bisa segera ditindaklanjuti,” ungkap Bupati, Senin( 6/2).

Menurut Syarwani, meskipun ada regulasi yang sudah dikeluarkan pemda. Namun tidak mungkin memaksakan, apa lagi berkaitan dengan kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Regulasi dikeluarkan untuk bangunan yang sudah ada,” imbuhnya.

Akan tetapi, lanjut Bupati, ini membuat masyarakat kesulitan. Apalagi bangunan yang sudah ada sejak regulasi tersebut dikeluarkan. Pemkab akan lakukan koordinasi dengan DPRD. Daerah yang saat ini perlu diskresi yakni Kampung Arab. Mengingat, ini akan jadi kawasan kota tua jika bisa diskresi.

Sementara, Kepala Dinas DPUPR Bulungan Khairul mengatakan, sesuai arahan Bupati mengenai GSB yang hingga kini masih menunggu pengesahan.

“Perda GSB sudah kita laksanakan revisinya. Akan tetapi, hingga kini masih kita tunggu pengesahanya oleh DPRD,” tuturnya.

Menurutnya, nanti ada GSB yang akan dinolkan. Paling tidak bangunan harus memiliki parkir. Seperti halaman, minimal satu ukuran mobil standar. Pasalnya, GSB ini dibuat agar ada kawasan daerah hijau dan halaman parkir mobil. Sejauh ini, setiap rumah sudah memenuhi standar. Di mana sudah memiliki halaman, kecuali kota-kota tua seperti di Kampung Arab.

“Lokasi ini (Kampung Arab) memang sudah dipinggir jalan. Nah kita harus ada kebijakan khusus. Akan tetapi, khusus untuk GSB tidak juga dinolkan, sebab diukur dan menyesuaikan,” jelasnya.

GSB tahun ini lebih diundurkan dibanding tahun sebelumnya. Ini menyesuaikan pergerakan perekonomian dan ada kawasan yang memang membutuhkan bangunannya lebih maju. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru