TANJUNG SELOR – Adanya dugaan penggunaan ijazah palsu oleh oknum pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, membuat Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang geram.
Pasalnya, Gubernur tidak mengetahui jika ada oknum yang menggunakan ijazah palsu di jajaran Pemprov Kaltara. Diungkapkan Zainal, saat ini informasi tersebut tengah didalami. Pemprov Kaltara melakukan verifikasi terhadap inisial MG yang ramai diperbincangkan.
Apalagi, dugaan ini masih indikasi dan belum mengarah ke pelaku berinisial MG. “Kita tidak bisa menuduh siapa orangnya,” ujar Gubernur, Selasa (14/2).
Pemprov Kaltara masih akan melakukan verifikasi terhadap inisial-inisial MG yang ada. Bahkan ia telah menegaskan, instansinya agar bisa mencari tahu dan melakukan verifikasi. Gubernur pun telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan verifikasi dan pendalaman.
“Kami ini setiap mendapatkan laporan apapun bentuknya, akan ditelusuri dan direspons,” tegasnya.
Bukan hanya itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara pun diminta melakukan investigasi bersama dengan Inspektorat. Sementara itu, Ketua DPRD Kaltara Albertus Stefanus Marianus mengatakan, atas adanya laporan penggunaan ijazah palsu, Pemprov Kaltara harus bergerak cepat.
“Permasalahan ini juga akan saya koordinasikan dengan Komisi I. Apakah sudah menerima informasi ini. Jika ada hal konkrit, maka bisa dibawa untuk dirapatkan,” ungkapnya.
Albertus meminta saat adanya perekrutan dalam kepegawaian pada jabatan tertentu, seharusnya melalui proses penyaringan ketat. Apalagi dalam kepegawaian memiliki nomenklatur aturan sangat jelas. “Kalau sampai terjadi, berartikan kecolongan. Padahal prosesnya sangat ketat dan memiliki tahapan,” tuturnya. (kn-2)


