TANJUNG SELOR – Setelah sejumlah sapmel dikirim ke Jakarta dan Makassar, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pun akhirnya kebobolan virus Omicron.
Varian Covid-19 ini muncul di akhir 2021 dan sudah masuk di provinsi termuda di Indonesia. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy menerangkan, hasil dari pengiriman sampel untuk pengujian pengurutan keseluruhan Whole Genome Sequencing (WGS) ke Litbangkes Jakarta, pada 4 Februari lalu sebanyak 12 sampel.
Dari sampel tersebut, masing-masing berasal dari Bulungan (7 sampel) dan Tarakan 5 sampel telah diperiksa. Dari 12 sampel yang dikirimkan, ditemukan 9 positif Omicron BA.1.
“Yang positif ini, 5 dari Bulungan dan 4 Tarakan. Tiga sampel lainnya masih kami konfirmasi, negatif Omicron atau tidak memenuhi syarat WGS,” terangnya, Kamis (24/2).
Ada 5 pasien Omicron merupakan pelaku perjalanan luar Kaltara. Kemudian, masing-masing 2 orang suspek dan kontak erat. Kesembilan pasien yang terkonfirmasi Omicron sudah melewati masa isolasi lebih 10 hari dan dinyatakan sembuh.
Namun, masih ada 71 sampel yang menunggu hasil pemeriksaan. Sampel tersebut dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Makassar. Puluhan sampel itu, berasal dari Nunukan (31 sampel), Tarakan (29 sampel), Bulungan (6 sampel), KTT (4 sampel) dan Malinau 1 sampel.
“Kalau riwayatnya, beberapa merupakan PMI (Pekerja Migran Indonesia). Tapi ada juga pelaku perjalanan, suspek dan kontak erat,” imbuhnya.
Ia mengingatkan, kabupaten dan kota lebih meningkatkan 3 T (testing, tracing dan treatment), agar kasus tidak semakin meluas. Perlu pengetatan penerapan 5 M, agar Satgas setempat dapat meningkatkan pengawasan dan penertiban.
“Kita juga harus mengupayakan capaian vaksinasi yang lebih tinggi untuk semua sasaran. Terutama dosis kedua yang masih kecil capaiannya dari dosis pertama serta Booster,” tutup Agust. (kn-2)


