Tuesday, 28 April, 2026

Diprediksi Perekonomian di Kaltara Tahun 2022 Bisa Membaik

TARAKAN – Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mendapat tekanan cukup berat. Sejalan dengan dampak perlambatan ekonomi dunia, akibat Covid-19 dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sinergi kebijakan berbagai lembaga melalui langkah penguatan, untuk mengatasi dampak Covid-19. Mampu mendorong perbaikan ekonomi, secara bertahap pada 2021 dengan stabilitas yang terjaga.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara Tedy Arief Budiman mengatakan, prospek perekonomian Indonesia pada 2022 diperkirakan akan membaik. Didorong berlanjutnya sinergi kebijakan antar otoritas dan dukungan percepatan transformasi struktural. Termasuk akselerasi ekonomi dan keuangan digital, serta penguatan UMKM.

“Mempertimbangkan peran strategis UMKM, dalam mendorong penguatan ketahanan ekonomi nasional. Serta dalam penyerapan tenaga kerja, maka penting untuk terus dilakukan penguatan pengembangan UMKM. Sebagai basis kekuatan ketahanan ekonomi nasional,” jelasnya saat ditemui dalam kegiatan Showcase Produk UMKM dan Fashion Show, Pengembangan UMKM Kuliner, Fashion Dan Craft Berbasis Kearifan Lokal Kaltara, Jumat (25/2).

Menurutnya, dalam pengembagan UMKM, semua pihak harus bersinergi. Tidak hanya pemerintah, melainkan dari lembaga dan kementerian. Termasuk BI sebagai lembaga Negara, yang berperan untuk meningkatkan UMKM. Terlebih lagi, peran UMKM di perekonomian sangat vital. Dalam masa krisis ini, UMKM mampu bertahan.

Sebagai salah satu upaya, dalam menjaga keberlangsungan UMKM di wilayah Kaltara. Selain mendorong UMKM naik kelas, melalui peningkatan digitalisasi UMKM. BI juga mengajak masyarakat senantiasa mencintai dan membeli produk-produk buatan UMKM lokal Kaltara.

“Harus bisa go ekspor. UMKM kita pada satu titik akan didorong untuk pasar ekspor. Tentu ada tahapan dan kami lakukan, bekerjasama dengan pemerintah,” ujarnya.

Salah satunya, produk batik khas Kaltara. Dukungan terhadap produk batik ini, seiring dengan imbauan Gubernur Kaltara kepada masyarakat. Untuk mencintai dan membeli produk lokal Kaltara. Pihaknya sudah memiliki sekitar 25 UMKM binaan dari berbagai produk usaha.

“Kita dorong supaya bisa memenuhi selera pasar, bukan dari keinginan produsen. Dorongan dari BI selain bersinergi dengan pemda, untuk peningkatan kualitas, juga syarat perizinan. Misalnya, sertifikasi halal dan bekerjasama dengan BPOM. Termasuk bantuan sarana produksi, supaya bisa meningkatkan kapasitas mereka,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan Hamid Amren menjelaskan, pemulihan ekonomi nasional sesuai instruksi Presiden, harus melibatkan semua pihak. UMKM yang relatif bisa bertahan di masa pandemi, berkontribusi sangat besar. “Produk UMKM yang dihasilkan harus menjadi perhatian untuk dibiasakan konsumsi produk local. Jangan kalah dengan produk yang lain,” harapnya.

Pemkot Tarakan melalui Perumda Aneka Usaha sudah memfasilitasi ekspor barang ke Filipina. Produk UMKM ini diupayakan bisa masuk dalam satu kontainer. Dari satu kapal dengan enam kontainer yang berangkat. Diharapkan bisa ditambah satu kontainer yang berisi produk UMKM. Saat memasuki pasar ekspor, maka harus memenuhi standar dari konsumen.

“Produk yang bagus, yang diperlukan konsumen. Produsen harus melakukan riset pasar. Pertumbuhan ekonomi di kwartal keempat 6,49. Nah, kontribusi ini didorong UMKM,” ungkapnya.

Kuncinya, menurut Hamid, harus bisa beradaptasi dengan semua perubahan. Artinya, menyesuaikan keinginan konsumen. Produk Kaltara sudah memasuki pasar digital. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru