Friday, 17 April, 2026

Wilda Siti Nurfadhilah dan Raihan 6 Gelar dari 8 Kali Beruntun ke Final Proliga

Kunci konsistensi Wilda Siti Nurfadhilah dari musim ke musim adalah bermain enjoy di tiap pertandingan. Dengan gelar S-2 yang juga sudah di tangan, dia berharap kelak bisa berkiprah di psikologi olahraga.

RIZKY AHMAD FAUZI, Kota Jogja

WILDA Siti Nurfadhilah adalah ’’password’’ untuk setiap kontestan yang ingin menembus final Proliga. Sejak 2014, pevoli berposisi middle blocker itu tak terputus mengantar empat tim berbeda ke partai puncak putri di kompetisi voli paling elite di tanah air tersebut.

“Aku nggak punya motivasi ya sebenarnya (kenapa bisa konsisten dari musim ke musim, Red). Aku berikan yang terbaik saja di tiap pertandingan. Terus, aku cari cuan juga yang pasti. Hahaha…,’’ kata Wilda kepada Jawa Pos setelah final putri Proliga 2023 di GOR Amongrogo, Kota Jogja (18/3).

Final pada pertengahan bulan lalu melawan Jakarta Pertamina Fastron itu akhirnya juga dimenangi tim yang dibela Wilda, Bandung BJB Tandamata. Itu gelar keenam pemain bernama lengkap Wilda Siti Nurfadhilah Sugandi tersebut dari delapan kali beruntun menembus final.

BJB sudah dua musim terakhir dia antar juara. Empat gelar lainnya dia rebut bersama Jakarta Elektrik PLN (2015, 2016, 2017) dan PGN Popsivo Polwan (2019). Hanya dua kali pemain 28 tahun itu menjadi runner-up. Masing-masing dengan Manokwari Valeria Papua Barat (2014) dan Bandung Bank BJB Pakuan (2018).

”Aku berikan yang terbaik di tiap pertandingan” yang dia sebut tadi tak cuma berhenti sebagai slogan. Tak cuma dari sisi teknis, tapi juga nonteknis.

Sari Hartati, junior Wilda di BJB, menyebut kepemimpinan seniornya itu sebagai kapten sangat membantu mempersolid tim.

“Kak Wilda kapten yang enak banget. Walaupun dia senior, tapi ngemong juniornya, sering kasih masukan buat adik-adiknya (para junior),’’ ujar Sari yang berposisi opposite hitter.

Team talk Wilda diakui Sari juga membuat semua pemain rileks dan tidak terbebani. ’”Mari bermain dengan senyuman. Mari menikmati pertandingan laiknya bermain. Mari berusaha yang terbaik dan untuk hasil akhir, kita pasrahkan kepada Dia (Tuhan),” tutur Wilda menjelang final kala itu.

Sebagai veteran di tujuh final sebelumnya, Wilda tahu bagaimana menggebunya semangat mereka. Terutama yang baru pertama ke partai puncak seperti Sari. Spirit tinggi tentu baik, tapi tetap harus dikontrol. Caranya, berdasar pengalamannya, dengan bermain se-enjoy mungkin. “Intinya, kalau kata Kak Wilda, ramai saja di lapangan,” terang Sari yang baru kali ini merebut gelar.

Alim Suseno, pelatih BJB, juga sangat terbantu dengan keberadaan Wilda di tim. “Dia senior dan panutan bagi tim,” katanya. Saking pentingnya peran Wilda bagi klub dan tim nasional, Alim menyebut pemain kelahiran 7 Februari 1995 itu ”tak boleh sakit”. “Dia harus ada dalam tim (di klub maupun timnas). Kalau sakit, gampang, ada terapis. Apotek juga masih buka,’’ ucap Alim, lantas tertawa.

Setiap tim tentu ingin ke final. Dan, untuk ke partai puncak butuh ’’password’’. Karena itu, tawaran selalu berdatangan ke Wilda di tiap musim. Musim 2023 ini, misalnya. Selain BJB, sebenarnya ada beberapa tim yang sempat mengontak Wilda.

Musim depan, penawaran dari tim lain dipastikan lebih banyak. Sebab, kontestan putri Proliga akan bertambah dari enam menjadi delapan tim. Dua calon pendatang baru adalah Jakarta LavAni dan RANS Emtek.

Wilda menyebutkan, kontrak dari tim yang dibelanya hanya semusim. Dia tidak ingin jangka panjang. “Jelas ada yang ngontak setiap musimnya. Semakin banyak cuan yang mengalir, tentu aku semakin senang,’’ ungkapnya, terkekeh.

Prestasi Wilda di lapangan berjalan beriringan dengan raihan di pendidikan. Wilda sudah merampungkan pendidikan S-2 Magister Pendidikan Jasmani di STKIP Pasundan, Cimahi, Kabupaten Bandung, pada pertengahan 2022.

Dia mengaku bisa melanjutkan S-2 lantaran di tahun 2020–2021 seluruh kegiatan olahraga dihentikan karena pandemi. “Kuliah saat itu sempat online. Aku ambil S-2, apalagi dapat beasiswa. Sekarang aku ingin ilmu ini bermanfaat bagi banyak orang,’’ tuturnya.

Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, Wilda ingin kelak bisa menjadi pembicara mengenai olahraga atau memberikan coaching clinic di berbagai tempat. “Penginnya ke arah psikologi olahraga. Karena di situ belum banyak dilirik,’’ jelasnya.

Terkait kans bermain di luar negeri, Wilda realistis bakal sulit diwujudkan. Kendala utama ada di tinggi badan. Perempuan berkerudung itu bertinggi 178 cm. “Kalau mau main di luar negeri, tinggi badannya harus lebih dari aku,” paparnya.

Bagaimanapun, tinggi badan memang penting di bola voli. Apalagi untuk posisi middle blocker seperti Wilda yang tugas utamanya membendung serangan lawan. Sebagai perbandingan, di posisi yang sama dengan Wilda di Proliga 2023, ada pemain asing seperti Julieta Lazcano yang membela Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia. Posturnya tercatat mencapai 190 sentimeter.

Karena itu, Wilda memilih menikmati saja apa yang sudah diraih selama ini. Voli lancar, pendidikan jalan, cuan juga bisa ditambah lewat bisnis. Mantan pemain Alko Bandung itu punya Fadhilah Hijab yang menyajikan perlengkapan olahraga khusus perempuan. “Sekarang ibaratnya menjalankan hobi yang menghasilkan. Aku kerja profesional di bidang yang aku sukai dan dibayar,” katanya. Jadi ’’password’’ yang dibutuhkan setiap tim pula. (*/c18/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru