TARAKAN – Pria berinisial IY ditemukan meninggal dunia di rumahnya RT 09, Kelurahan Gunung Lingkas sekira pukul 10.00 Wita, Kamis (3/3).
Pria berusia 46 tahun itu terakhir terlihat di sekitar rumahnya, pada Sabtu pekan lalu (26/2) dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Diketahui korban tinggal seorang diri di rumahnya, setelah bercerai dengan istrinya.
Ketua RT 09 Sukarman mengatakan, awalnya menerima laporan pemilik bengkel di sebelah rumah korban yang mencium bau tidak sedap dari dalam rumah. Warga sekitar sempat mengira ada bangkai tikus. Namun warga kemudian mencoba memanggil korban dari luar rumah.
Setelah tidak ada respon dari dalam rumah. Akhirnya warga berinisiatif untuk membuka pintu rumah. “Korban ada di ruang keluarga, posisi baring telentang. Pintunya digerendel dari dalam rumah. Jadi kami masuk lewat jendela untuk membuka pintu,” ucapnya.
Melihat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, warga kemudian menghubungi kepolisian untuk dilakukan evakuasi. Warga juga tidak berani masuk ke dalam rumah, agar tidak mengganggu penyelidikan polisi. “Aromanya juga sudah tidak enak,” imbuhnya.
Sebelumnya korban sempat mengeluhkan sakit di bagian perut. Namun korban tidak mengeluhkan penyakit yang diderita. Ia pun bertemu dengan korban terakhir Sabtu pekan lalu, saat korban berdua dengan adiknya. “Korban badannya agak besar, tapi memang tertutup orangnya. Jarang sosialisasi dengan warga. Sepengetahuan saya korban bekerja sebagai sales sembako dulunya,” tuturnya.
Tetangga korban, Gunawan mengakui, korban sempat mengeluhkan sakit saat sedang membersihkan sekeliling rumah bersama adiknya, pekan lalu. Adik korban yang kebetulan merupakan warga Bulungan kembali ke Bulungan, Minggu (27/2) sekira pukul 15.00 Wita.
Biasanya korban yang keluar rumah di siang hari, sejak Minggu pekan lalu tidak ada terlihat. Gunawan mengira, karena ada keluhan sakit, mungkin korban sedang beristirahat di dalam rumah. Bahkan ia sempat memanggil korban, namun tidak ada jawaban.
“Posisi rumah terkunci semua. Mau pastikan, kami panggil Babinsa, baru berhasil dibuka jam 10.30 Wita. Ternyata benar ada mayat di dalam rumah,” bebernya.
Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi mengakui, usai ditemukan, korban langsung dibawa ke RSUD dr H Jusuf SK untuk dilakukan visum. Namun, pihaknya belum menerima hasil visum dan masih meminta keterangan saksi.
“Kami periksa saksi yang pertama menemukan korban dan keluarganya, terutama anaknya satu orang. Saksi diluar tiga orang tambahan dan anaknya, sekarang masih proses pemeriksaan,” ungkapnya.
Keterangan sementara yang didapatkan, korban tidak memiliki pekerjaan dan tinggal sendiri setelah bercerai dari istrinya. Di lokasi kejadian, pihaknya menemukan obat untuk tekanan darah tinggi. “Kondisinya membengkak, tapi tidak ada tanda kekerasan,” pungkasnya. (kn-2)


