Thursday, 21 May, 2026

Barang Berharga Tak Bisa Diselamatkan

TARAKAN – Kebakaran besar melanda puluhan rumah di Jalan Jembatan Bongkok RT 21, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat sekitar pukul 10.00 Wita, Kamis (29/6).

Banyak barang berharga milik korban tak bisa terselamatkan dari kobaran api. Salah seorang korban, Musrifah mengaku awalnya sedang dalam kondisi tertidur sekitar pukul 11.30 Wita. Sontak terbangun, karena mendengar teriakan adanya kebakaran di sekitar rumah.

“Baru terbangun karena tidur tadi. Saat bangun lihat api sudah besar. Orang-orang selamatkan diri karena besar api di belakang kontrakanku. Kata suamiku api sudah besar di belakang rumah,” ucapnya.

Saat itu juga ia hanya bisa menyelamatkan kulkas dan televisi. Sementara surat-surat penting termasuk ijazah, KTP semua habis terbakar. “Kami ngontrak di situ, tidak ada selamat. Bagaimana mau diselamatkan, pokoknya saya bangun terus tarik barang ini. Karena saking paniknya, api sudah besar,” tuturnya.

Informasi dari suami korban, api awalnya terlihat dari belakang rumahnya. Rumah yang dimaksud milik tetangganya Usman.

“Bilang suamiku kalau gas tidak mungkin, karena pas dia lihat asap itu munculnya dari ruang tamu. Kemudian kena rumah. Rumah pertama kena ada jualan pakaian, makanya mudah terbakar. Mungkin karena ada kain itulah ruang tamunya,” jelasnya.

Ia di rumah kontrakannya tinggal bersama sang suami. Ada empat kontrakan di jejeran rumahnya dan rumahnya paling pertama. Namun barang berharga tetangganya tidak ada yang bisa diselamatkan.

Sementara itu, Ketua RT 21 Naskar mengakui, awal mula api diduga berasal dari rumah milik Usman. Saat kejadian pun pemilik rumah tidak berada di rumah dan sulit dihubungi oleh warga. “Tadi katanya ada yang lihat keluar. 30 menit sebelum kejadian itu ada di rumah,” ungkapnya.

Ia menyebut, dari 50 rumah yang terbakar ini pihaknya masih melakukan pendataan ulang. Termasuk jumlah Kepala Keluarga (KK) yang turut terdampak. “Korban jiwa tidak ada. Kalau KK belum saya bisa prediksi karena banyak juga rumah petak-petak ada beberapa pintu juga,” ungkapnya.

Adapun untuk keseluruhan korban yang terdampak, akan diungsikan ke posko darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan di SDN 019 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat. “Cuma kami masih menunggu informasi, berapa warga di arahkan ke sana,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Tarakan, Eko Santoso awalnya mendapat laporan kebakaran sekitar 10.27 Wita. Sehingga pihaknya langsung memerintahkan personel pemadam kebakaran di Sektor Barat, untuk menuju TKP.

Dalam proses pemadaman api, pihaknya mengerahkan dua unit fire truck dibantu oleh enam unit mobil suplai air dengan kapasitas lima ton. Namun sebelum menuju TKP, pihaknya cukup kesulitan untuk menembus jalan kecil di sekitar TKP.

“Lokasi memang agak sempit, terutama ketika kami masuk diakses jalan jalur sebelah kanan. Kalau jalur utama itu relatif agak luas,” bebernya.

Eko menyebut, ada sekitar 50 rumah yang hangus terbakar. Pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Ketua RT 21 dan BPBD Tarakan guna mendirikan tenda penampungan darurat bagi korban kebakaran.

“Untuk penyebab apinya, kami belum mau mengandai-andai. Ya potensi ini dikarenakan faktor sosial dan perilaku. Kami belum tahu, apakah korsleting listrik dan sebagainya. Nantinya akan ada pihak kepolisian menyelidiki ini,” tutur Eko.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati. Jika dievaluasi, rata-rata kejadian kebakaran dapat terjadi pada momen-momen tertentu. Seperti halnya Iduladha, pihaknya selalu menyiapkan kesiapsiagaan seluruh unit dan personel.

“Tapi kami juga butuh kesadaran dan dukungan masyarakat, untuk membantu menjaga keselamatan diri,” pesannya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru