TARAKAN – Unit Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polres Tarakan melakukan olah TKP kebakaran di Jalan Jembatan Bongkok RT 21, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, Jumat (30/6).
Terlihat kompor dalam keadaan meleleh dibawa polisi, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Reskrim Iptu Randhya Sakthika Putra mengatakan, rumah pribadi milik Usman diduga menjadi awal mula terjadinya kebakaran.
Hal ini berdasarkan keterangan saksi yang merupakan tetangga Usman. “Saat kejadian ada asap yang timbul dari rumahnya (Usman). Kemudian tetangga menyampaikan ada yang meledak dari rumah saudara Usman,” ujarnya.
Saat kebakaran terjadi, Usman diketahui tidak berada di rumahnya. Diduga ada aktivitas memasak, karena ledakan berasal dari kompor yang berada di dalam rumah. “Saudara Usman saat kejadian berada di masjid. Sedang melaksanakan potong kurban. Istrinya juga berada di luar rumah,” katanya.
Saat ini, kepolisian baru memeriksa saksi dari Ketua RT 21, Naskar. Untuk pemilik rumah, Usman belum dapat dilakukan pemeriksaan karena masih trauma. Tim Inafis juga mengamankan kompor yang sudah dalam kondisi meleleh. Sementara untuk tabung gas, belum ditemukan oleh polisi.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep mengatakan, data bangunan yang terbakar saat ini sebanyak 90 rumah. Jumlah korban jiwa sebanyak 414 jiwa, 17 diantaranya anak-anak dari 113 kepala keluarga.
“Untuk yang kita ungsikan di posko darurat ada sekitar 60 jiwa,” sebutnya.
Korban yang akan mengungsi posko darurat kemungkinan akan bertambah. Mengingat, masih ada korban yang berada di lokasi kebakaran, guna mengurus barang yang sempat diselamatkan.
Bantuan dari masyarakat, sudah mulai berdatangan ke posko darurat yang didirikan di SDN 019 Kelurahan Karang Anyar Pantai. Bahkan bantuan berupa makanan sudah disalurkan melalui Baznas Tarakan.
“Yang paling dibutuhkan itu ya memang pangan. Termasuk baju dan selimut. Karena baju banyak yang terbakar pastinya. Kami juga koordinasi semuanya, baik dari PMI, TNI/Polri, tapi dibawah komando BPBD. Untuk dapur umum kami belum adakan, karena ada Baznas yang sediakan logistik,” tutupnya. (kn-2)


