Monday, 25 May, 2026

Korban Butuh Bantuan Pakaian

SALAH seorang korban kebakaran, Radiah mengharapkan adanya bantuan berupa pakaian anak-anak. Sebab kelima anaknya kini menggunakan pakaian yang diberikan sanak keluarganya.

“Lima anak saya masih kecil-kecil. Harapan kami ada bantuan pakaian. Tadi juga ada uang dikasih pak gubernur. Itu nanti saya gunakan buat biaya persalinan saya yang menunggu hari,” ucapnya, Jumat (30/6).

Ia mengakui, barang berharga di rumahnya di Jalan Jembatan Bongkok RT 21, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, semua hangus terbakar. Hanya pakaian yang ada di badan yang tersisa. Padahal perlengkapan sebelum kelahiran anaknya juga sudah dipersiapkan.

“Sempat saya narik uang Rp 3 juta dari ATM untuk biaya lahiran di bidan. Saya kira malam takbiran mau lahiran. Ujung-ujungnya uang, handphone dan perahu suami saya terbakar semua. Habis sudah barang mata pencaharian kami. Tidak tertolong semua,” kisahnya.

Senada dengan Radiah, korban kebakaran Rahman mengaku bersyukur telah mendapat bantuan dari berbagai pihak. Termasuk bantuan dari Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Barang mendesak yang dia butuhkan saat ini berupa pakaian anak. Ia juga setuju dengan adanya rencana pemindahan posko korban di kantor UPT Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara, yang tidak jauh dari posko sebelumnya.

“Kalau bantuan uang juga. Karena banyak barang berharga yang hilang. Kami juga harap bantuan bisa merata ke semua korban. Bantuan uang sementara ini rencana kami belikan buat pakaian anak dan sebagian membangun rumah,” singkatnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang mengaku prihatin atas musibah kebakaran di Jalan Jembatan Bongkok RT 21, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat. Bantuan bagi korban berupa uang sebanyak Rp 850 juta akan direalisasikan pada Senin (3/7).

“Terutama bantuan korban bayi dan balita. Kami juga tawarkan ruangan di kantor UPT Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara dan di ruangan SDN 019, untuk korban beristirahat. Apalagi siswa masih libur. Bisa dikondisikan satu ruangan diisi berapa KK, MCK dan airnya juga cukup,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta petugas yang berada di posko, bisa bekerja dengan maksimal untuk membantu korban kebakaran. Informasi yang ia terima, penyebab kebakaran berawal dari dapur rumah salah seorang korban. Namun penyebab kebakaran masih dilakukan penyelidikan oleh Polres Tarakan.

“Di posko disini kami sudah sediakan petugas kesehatan. Kami mau fasilitasi dan berikan kemudahan untuk membelikan kayu dan dibangun rumah. Kita tahu di Tarakan stok kayu agak susah. Kami akan fasilitasi diberikan perlakuan khusus bagi korban kebakaran. Jangan sudah korban kena musibah, dipersulit lagi untuk mendapatkan kayu,” tegasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru