TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berupaya untuk menekan harga barang yang dinilai mahal di wilayah perbatasan. Salah satunya dengan adanya program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang.
Dengan adanya program tersebut, bisa menyesuaikan harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan dan pedalaman. Tahun ini, SOA Barang akan dianggarkan kembali. Bertujuan untuk menekan disparitas harga kebutuhan pokok di perbatasan.
Pada program ini, Pemprov Kaltara mensubsidi biaya pengangkutan barang pokok strategis masyarakat ke daerah-daerah sasaran. Baik melalui jalur sungai maupun udara dengan maskapai perintis. Sehingga, barang pokok yang disuplai akan tetap mengikuti harga distributor.
“Harganya akan terjangkau. Sama dengan harga di kota. Ini akan memudahkan masyarakat di pedalaman, pelosok perbatasan mendapatkan barang kebutuhannya dengan harga yang murah,” jelas Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, kemarin (7/3).
Selain itu, lanjut Zainal, program ini diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dari negara tetangga Malaysia. Pada tahun lalu, SOA Barang telah terealisasi 100 persen. SOA Barang 2021 menjangkau sejumlah wilayah pedalaman dan perbatasan di Kaltara. Mencakup, Krayan, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Lumbis Hulu, Seimanggaris, Tulin Onsoi, dan Sebakis di Kabupaten Nunukan.
Di Kabupaten Malinau menjangkau Mentarang Hulu, Sei Tubu, Long Sule, Pujungan dan Bahau Hulu. “Berdasarkan laporan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disperindagkop-UKM) Kaltara, kegiatan SOA Barang yang bersumber dari APBD pada tahun lalu terealisasi 100 persen,” tutur Zainal.
Selain SOA Barang, SOA penumpang yang juga merupakan program Pemprov Kaltara. Memudahkan masyarakat di wilayah perbatasan untuk bepergian dengan harga yang terjangkau. Tahun lalu penerbangan penumpang bersubsidi tersebut terealisasi hampir 100 persen.
Di mana program layanan tersebut dibiayai melalui APBD maupun APBN. Dari laporan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, pemerintah membuka layanan penerbangan bersubsidi 845 flight untuk alokasi APBD.
Untuk layanan subsidi penumpang transportasi sungai 157 trip. “Total realisasi SOA yang bersumber dari APBD senilai Rp 13,4 miliar,” ujarnya.
Realisasi SOA Penumpang yang bersumber dari APBN sebanyak 2.806 penerbangan. Lalu, realisasi SOA Perintis Kargo sebanyak 520 penerbangan. Dengan total realisasi anggaran Rp 39,9 miliar. Program itu, terealisasi berkat upaya maksimal Pemprov Kaltara, pemerintah daerah setempat dan institusi lainnya yang terlibat. Termasuk, partisipasi aktif masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan. (kn-2)


