TARAKAN – Minimnya masyarakat yang membawa anaknya melakukan imunisasi campak, menjadi salah satu penyebab ditemukannya kasus campak di Kecamatan Tarakan Utara.
Dari penelusuran Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, minimnya masyarakat membawa anaknya untuk imunisasi campak. Penyebab lainnya, anak juga mendapatkan imunisasi campak hanya sekali. “Sebagian besar karena tidak imunisasi dan hanya sekali mendapatkan imunisasi, tidak booster lagi untuk menambah kekebalan tubuh terhadap campak,” ujar Kepala Dinkes Tarakan Devi Ika Indriarti, Jumat (21/7).
Adapun temuan kasus campak berawal dari hasil pengiriman sampel. Disitu ditemukan ada 5 sampel yang positif campak. Sehingga, pihaknya langsung melakukan kegiatan imunisasi campak untuk anak usia 9-59 bulan.
“Peningkatan kasus tidak terjadi di semua kelurahan, hanya 3 wilayah di Tarakan Utara. Yakni Kelurahan Juata Kerikil, Juata Permai dan Juata Laut. Ada lagi di Kelurahan Karang Harapan,” sebutnya.
Terkait target imunisasi campak, saat ini baru terealisasi sekitar 60-70 persen. Angka tersebut dirinya nilai masih jauh dari target 95 persen. Sehingga pihaknya berusaha semaksimal mungkin, untuk bisa mengejar target tersebut.
“Selain bisa di faskes dan posyandu, kami juga membuat pos-pos di daerah padat penduduk. Untuk melayani imunisasi campak pada anak 9-59 bulan. Langkah ini diharapkan bisa mengejar target imunisasi campak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penyakit campak pada dasarnya merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sehingga dirinya berharap masyarakat bisa meluangkan waktunya, untuk mengantar anaknya mendapatkan imunisasi campak.
Selain menyebabkan demam disertai diare dan muntah-muntah hingga gizi buruk. Penyakit ini bila sudah parah, bisa membuat meninggal dunia bila ada komplikasi dengan penyakit lainnya.
Pihaknya mengimbau, masyarakat memiliki peranan aktif untuk membawa anaknya diimunisasi. Ia tak memungkiri, keterbatasan tenaga kesehatan jika melakukan kegiatan langsung ke rumah-rumah warga. “Selain SDM yang terbatas, kami juga memiliki kegiatan lain yang harus dikerjakan. Artinya, kami meminta masyarakat lebih berperan aktif untuk datang ke faskes ataupun kegiatan imunisasi campak,” pesannya. (kn-2)


