Wednesday, 22 April, 2026

Prevalensi Stunting Bulungan Turun 4 Persen

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan mengklaim penurunan perlahan angka prevalensi stunting terjadi pada Juni lalu.

Prevalensi stunting pada tahun 2022 tercatat 18,9 persen. Secara nasional prevalensi stunting di Bulungan ditargetkan 14 persen pada 2024 mendatang. Jika melihat dari penyebab stunting karena kekurangan gizi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Faktor lainnya, adanya penyakit kronis dan pernikahan dini.

Meskipun belum mencapai target, Pemkab Bulungan berupaya menurunkan angka stunting tersebut.

Berdasarkan, Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) angka prevalensi stunting di Bulungan telah turun 4 persen. Hal itupun diakui Bupati Bulungan Syarwani saat menghadiri webinar seri 4 praktik baik desa dan  kelurahan bebas stunting (De’Best) di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Angka prevalensi stunting Bulungan sebelumnya 18,9 persen, kini turun 4 persen. Untuk 2023 prevalensi stunting sebesar 11,22 persen,” jelas Syarwani, Senin (24/7).

Menurut Syarwani, pencapaian 4 persen karena sinergitas lintas stakeholder dan komitmen bersama agar terjadi percepatan penurunan stunting. Bahkan, kolaborasi dengan beberapa pihak. Seperti Tim Penggerak PKK dan perusahaan swasta dengan melakukan program Keluarga Terlindungi Stunting (Ketinting) di Lokus stunting Kecamatan Tanjung Selor.

“Pemberian makanan tambahan lokal hingga manfaatkan perkarangan lahan, yang diolah kelompok tani. Untuk selanjutnya diberikan ke keluarga berisiko stunting, setiap hari dilakukan selama 6 bulan,” ungkapnya.

Pemda juga melakukan pencegahan pernikahan dini, bekerjasama dengan kampus yang berada di Bulungan, melalui Posyandu Remaja.

“Kita upaya dalam pencegahan pernikahan dini, agar generasi emas yang berkualitas dapat tercipta,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru