Tuesday, 21 April, 2026

Nelayan di Gresik Temukan Baling-Baling Pesawat Belanda Yang Jatuh Ditembak 81 Tahun Lalu

Baling-baling yang ditemukan di perairan Gresik diduga kuat berasal dari pesawat milik Belanda yang ditembak Jepang. Butuh sekitar 11 jam untuk mengevakuasi temuan yang sampai Selasa (25/7) lalu teronggok di TPI itu dari jaring nelayan penemu.

LUDRY A.W. PRAYOGA, Gresik

DARI Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pesawat itu berangkat ke Surabaya, Jawa Timur. Terbang malam, menyusuri pantai, dengan tujuan patroli laut.

Tapi, musuh menyergap. Pesawat dengan enam kru tersebut ditembak dan jatuh di perairan sekitar Selat Madura. Empat orang di antaranya tewas.

Demikianlah Bureau of Aircraft Accidents Archives (BAAA) mencatat kejadian pada malam 11 Februari 1942 tersebut. Di perairan yang sama, terdapat tiga pesawat sejenis yang jatuh selama masa Perang Dunia II. “Yang paling mendekati adalah pesawat dengan nomor lambung X-29,” beber Wahyu Udanto, pemerhati sejarah dari komunitas Roode Brug Soerabaia, kepada Jawa Pos Selasa (25/7) lalu.

Yang dimaksud Wahyu adalah pesawat yang bangkai baling-balingnya ditemukan di pantai Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (22/7) lalu. Surabaya dan Gresik yang bertetangga sama-sama berada di tepian laut yang terkoneksi.

Pesawat tersebut tercatat milik Angkatan Laut Belanda dan dioperasikan di Hindia Belanda atau Indonesia kini. Mengutip data dari BAAA, yang menembak jatuh pada 81 tahun silam adalah pasukan Jepang.

Pesawatnya sendiri buatan Jerman dan diproduksi antara 1937–1945. Angkatan Laut Belanda yang termasuk paling banyak membeli dan mengoperasikannya untuk menggantikan tipe Dornier Wals yang bermesin ganda.

Hingga Selasa (25/7), baling-baling pesawat tersebut masih tergeletak di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dusun Karang Tumpuk, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng. Sejak ditemukan pada Sabtu lalu, beberapa pihak telah melakukan pemeriksaan. Termasuk para komunitas pemerhati sejarah.

Wahyu menambahkan, pihaknya juga mendapati plakat kecil bertulisan bahasa Jerman. Di dalamnya berisi nomor mesin dan identitas pesawat. “Diketahui jenis pesawat Dornier DO.24,” terangnya.

Pesawat tersebut biasa digunakan untuk patroli, survei, atau pengintaian. “Pada masa itu, pemerintah Hindia Belanda kerap membeli peralatan dari Jerman. Salah satu tujuannya untuk memperkuat pertahanan militer,” bebernya.

Pesawat jenis tersebut bermesin tiga. Dan, terakhir dioperasikan pada 1967 oleh Angkatan Udara Spanyol.

Adalah Muhammad Nafik, nelayan asal Desa Campurejo, yang menemukannya Sabtu lalu. Saat melaut, dia dikejutkan ketika jaring penangkapnya tersendat. Saat itu dia bersama enam awak kapal lainnya sedang berlayar di titik buoy area 42-44 yang berada di perairan utara Pulau Karang Jamuang. “Terasa sangat berat, bahkan harus meminta bantuan dua kapal untuk mendorong jaring,” ungkapnya.

Di tengah perjalanan, Nafik pun berusaha melepas beban muatan. Namun, situasi tidak memungkinkan lantaran kondisi jaring menggantung ke dasar laut. “Mesin penarik tidak kuat, bahkan sampai rusak,” keluhnya.

Pria 46 tahun itu baru mengetahui bahwa jaringnya menyambar bangkai mesin pesawat saat perahu mulai mendekati dermaga Desa Campurejo. “Proses evakuasi sekitar sebelas jam. Sejak pukul 10 malam, baru bisa bersandar sekitar pukul 9 pagi,” jelasnya.

Kondisi itu membuatnya merugi lantaran proses evakuasi membutuhkan solar tambahan. Belum lagi, jaring miliknya rusak karena tersayat baling-baling pesawat yang masih dalam kondisi kokoh. “Kalau dijual eceran, mungkin bernilai tinggi,” candanya.

Nafik juga mengaku mengalami kerugian lantaran pulang tanpa hasil ikan. Jika ditaksir, total kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah. “Harga jaring saja sekitar Rp 7 juta,” ucapnya.

Nafik pun berharap temuan tersebut mendapat apresiasi dari pihak instansi terkait. Terlebih, dia enggan menjual bangkai pesawat itu kepada pihak lain. “Karena beberapa pihak sudah ada yang melakukan pemeriksaan. Semoga ada tindak lanjut,” harapnya. (*/c9/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru