TANJUNG SELOR – Vaksin Covid 19 berbayar direncanakan akan diterapkan tahun depan atau sudah tak gratis. Pasalnya, saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menyusun regulasi lengkap vaksinasi Covid berbayar.
Regulasi pelaksanaan vaksinasi Covid berbayar ini tertuang melalui Peraturan Menteri Kesehatan, sebagai tindak lanjut menyusul telah diterbitkan sebelumnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) Usman mengakui, menyesuaikan petunjuk teknis (Juknis) dari Kemenkes jika vaksinasi Covid-19 tidak digratiskan lagi mulai 31 Desember 2023.
“Kita ikut saja. Tapi tunggu juknisnya seperti apa. Kalau sudah tidak berbayar di tahun depan (2024),” terang Usman, Rabu (26/7).
Bahkan, lanjut Usman, telah melakukan survei terkait vaksinasi Covid-19 berbayar. Mengenai berapa jumlah kemampuan dan pendapatan, jika vaksinasi berbayar. Mengingat, produksi vaksinasi sangat mahal apalagi Covid-19 sudah tidak ada.
Covid-19, virusnya tertentu sangat mudah menular dan patogenitasnya tinggi. Sehingga yang terkena bisa mengalami gejala parah. “Ini tergantung pada varian dan daya tularnya. Saat yang lain varian virus penyebab Covid-19 tidak selalu sama, karena mengalami mutasi-mutasi. Varian tertentu dari virus ini tidak semuanya ganas,” ujarnya.
Seperti, pada 2021 lalu muncul varian Delta yang sangat luar biasa menghasilkan angka hospitalitas dan kematian tinggi. Namun, varian Omicron virulensinya menurun hingga kini. Setelah mencapai situasi seperti sekarang, ketika penyakit sangat berbahaya hingga situasi darurat. Maka segalanya perlu ditangani pemerintah. (kn-2)


