Friday, 24 April, 2026

Tiket Pelayaran Tarakan-Tawau Diperkirakan Rp 1 Juta

TARAKAN – Rute pelayaran Tarakan-Tawau, Malaysia rencananya akan dibuka pada Agustus ini. Namun harga tiket kapal yang sebelumnya sebesar Rp 400 ribu, diperkirakan mencapai Rp 1 juta. Waktu tempuh yang dahulu 4 jam, kini diperkirakan menjadi 7 jam perjalanan.

General Manager (GM) Pelindo Regional IV Tarakan Rio Dwi Santoso menjelaskan, dibukanya kembali rute sempat terhambat terkait perizinan trayek. Setelah keluar izin trayek, kembali ada permasalahan terkait rute yang dilalui. “Rute sebelumnya, Tarakan langsung lewat Sebatik menuju Tawau. Ternyata itu diubah, tidak boleh. Harus melalui perairan Nunukan,” jelasnya, Senin (31/7).

Perizinan keberangkatan melalui Nunukan sempat tidak disepakati antara Pelindo dan KSOP Tarakan. Menurutnya, wilayah perairan Nunukan, Tarakan dan Pulau Sebatik masih dalam kedaulatan NKRI.

“Pihak Malaysia tidak bisa mengatur lewatnya mana, yang penting mereka tentukan saja lewatnya boleh lewat mana saja ke Malaysia. Selama di Indonesia lewatnya mana saja tak masalah. Itu kami bersama KSOP rapat. Kalau wilayah kita, kedaulatan kita,” tegasnya.

Meski sudah disepakati rute keberangkatan melalui Nunukan, saat ini berdampak pada waktu tempuh perjalanan. Diperkirakan butuh waktu 6 jam perjalanan dan stok BBM yang dibutuhkan akan lebih banyak.

Kapal yang melintasi aliran sungai harus memenuhi kapasitas sebanyak 120 penumpang. Namun dari pihak operator kapal, tidak dimungkinkan penumpang memenuhi seat yang disediakan.

“Padahal kami juga rencana investasi pembangunan dermaga baru. Namun ditahan sementara, dikhawatirkan tidak visible. Jadi kami perkirakan tiket bisa tembus Rp 1 juta. Karena penentuan harga tiket, dari pihak operator. Itu hanya perkiraan saya. Sekarang sisa Pelindo siapkan dermaga dan terminalnya,” ungkapnya.

Terkait kesiapan terminal, pihaknya masih berkoordinasi dengan Karantina, Imigrasi dan Bea Cukai. Pihaknya menjanjikan selam 10 hari terkait kesiapan terminal internasional seperti sebelumnya.

“Terkait ticketing ada operator yang mengatur apakah menjual langsung atau membuka konter atau loket ataupun punya agen. Dan juga apakah berjualan langsung saat kedatangan di terminal, akan disiapkan pihak operator,” pungkasnya. (kn-2)

Artikel Sebelumnya14 Tahanan Anak Dapat Remisi
Artikel SelanjutnyaTersangka Membakar Korban

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru