Monday, 27 April, 2026

Menunggu Administrasi VoA

TARAKAN – Rencana dibukanya jalur internasional Tarakan-Tawau, Imigrasi Tarakan akan membuka layanan Visa on Arrival (VoA). Namun pihak Imigrasi masih menunggu kesiapan gerai dari perbankan, untuk melakukan proses administrasi pembayaran.

“Untuk VoA saat ini sudah bisa diberikan dan ada kerja sama. Tapi yang ditunjuk untuk pembayaran, di pihak BRI. Kami masih akan tindaklanjuti dengan BRI, apakah mereka sudah siap buka di Pelabuhan Malundung atau masih menunggu,” terang Kepala Kantor Imigrasi Tarakan Andi Mario, Kamis (3/8).

Teknis pembayaran, akan diserahkan ke BRI. Selanjutnya Imigrasi menerima voucher dan menerbitkan VoA atau dokumen izin masuk sementara, yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada Warga Negara Asing (WNA). Sementara negara yang bebas visa, itu Asia Tenggara. Di luar Asia Tenggara, wajib mengurus visa.

“Aturan untuk paspor pertama tidak boleh kurang dari enam bulan. Termasuk WNA tidak boleh masuk dalam daftar pencekalan dan penangkalan. Maksudnya, kalau ada orang asing masuk, kami masukkan dalam system. Apakah masuk dalam penangkalan, maka kalau terbaca masuk penangkalan, tidak boleh masuk ke sini,” tegasnya.

Selain mengawasi jalur laut, pihaknya juga mengawasi WNA di bandara. Namun untuk jalur udara belum ada pembahasan terkait dibukanya penerbangan internasional.

Nantinya jika petugas ditempatkan di Pelabuhan Malundung, sekaligus mengantisipasi warga dari luar Kaltara yang hendak memiliki tujuan ke Tawau menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebab saat ini pihaknya turut mengawasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Sebagai bentuk pencegahan, kami sudah kordinasi dengan TNI dan Polri maupun BP2MI (Badan Perlindungan Pekrja Migran Indonesia) terkait hal-hal tersebut. Imigrasi wajib melakukan pencegahan kalau ada indikasi ke arah itu,” tegasnya.

Tentunya, ada cara-cara khusus sesuai SOP yang berlaku dari Dirjen Imigrasi. Salah satunya melakukan wawancara mendalam terhadap orang yang akan bepergian ke luar negeri.

“Kami tidak bisa detailkan karena prakteknya di lapangan. Salah satunya ada interview. Jadi pada saat keberangkatan dan kedatangan, pasti ada proses itu wajib dilalui, itu salah satu SOP kami,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru