TARAKAN – Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran, yang terjadi di Jalan Aki Balak RT 20, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, Kamis (3/8).
Hasil olah TKP, diduga penyebab kebakaran berasal dari aktivitas memasak di rumah korban. Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Randhya Sakthika Putra mengatakan, hasil olah TKP di rumah kontrakan dua pintu itu ditemukan sumber titik api yang berasal dari area dapur. Diduga, awal dari kebakaran dikarenakan lelehan panci, akibat menanak nasi dan dibiarkan terlalu lama.
“Sehingga menyebabkan panci mengalami panas dan meleleh. Lelehannya menetes di dinding dapur,” jelasnya, Kamis (3/8).
Mulai dari situ, percikan api menyambar bahan kayu dari bangunan. Sehingga menyebabkan bangunan mudah terbakar dan merembet ke rumah lain. “Belum kami ketahui identitias pemilik rumah ini. Kalau dari hasil olah TKP, karena lelehan panci yang tadinya digunakan untuk menanak nasi,” bebernya.
Dari olah TKP, polisi berhasil mengamankan satu unit kompor gas dua tungku dalam kondisi terbakar, lelehan panci yang masih terdapat nasi dalam kondisi terbakar dan selang kompor tabung gas. Disinggung soal aktivitas memasak yang ditinggal pemilik rumah, dikatakan perwira balok tiga itu masih dalam penyelidikan.
“Kami masih dalami ke saksi-saksi yang berada di tempat saat kejadian. Rencana mungkin tetangga dan pemilik rumah,” tuturnya.
Pihaknya memastikan tidak ada ledakan sebelum terjadinya kebakaran. Sementara itu, untuk korban yang terkena luka bakar di bagian lengan, masih dalam masa perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT).
“Itu akan kami mintai keterangan. Saat yang bersangkutan sembuh kami akan mintai keterangan juga,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran tersebut menghanguskan dua unit rumah dan dua unit rumah yang ikut terdampak di Jalan Aki Balak RT 20, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat sekira pukul 13.00 Wita, Rabu (2/8). Seorang pemilik rumah, Rusli menjadi korban akibat tangannya terkena pecahan kaca. (kn-2)


