Sunday, 26 April, 2026

Posko Kebakaran Resmi Ditutup

TARAKAN – Posko darurat kebakaran Beringin IV, Kelurahan Selumit Pantai akan ditutup pada hari ini (12/8). Sebab, Pemkot Tarakan sudah melakukan rapat bersama Tim Penanganan Kebencanaan.

“Rencananya ditutup itu besok pagi (hari ini, Red). Tapi karena pak Wali Kota informasinya besok pagi ada kegiatan, jadi insyaallah besok siang posko ditutup secara simbolis,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Yonsep, Jumat (11/8).

Sebelum pulang, korban kebakaran akan menerima santunan dari Pemkot Tarakan. Berupa bantuan sembako serta uang tunai. Bantuan akan dibagikan kepada 43 Kepala Keluarga (KK), yang terdiri dari 138 orang.

Pihaknya turut menyediakan mobil pikap sebanyak 12 unit, untuk mengantarkan barang serta korban kebakaran ke tempat tinggalnya. Ketersediaan mobil operasional berkat kerja sama dengan TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Tarakan.

“Ya itu untuk mengantar ke korban. Tak hanya di daerah sini. Ada juga yang di Gunung Lingkas. Bahkan ada juga yang sudah dapat rumah sewa,” ungkapnya.

Disinggung soal nominal santunan yang akan diberikan ke masyarakat, pihaknya masih menunggu bantuan dari masyarakat. Mengingat, masih ada kelompok masyarakat yang tak henti-hentinya menyalurkan bantuan ke posko kebakaran.

Yonsep memastikan dalam pembagian uang tunai, terdapat 3 kriteria. Yakni pemilik, penyewa dan orang yang menumpang. Besaran bantuan uang tunai akan berbeda.

“Tapi kalau sumbangan dari masyarakat itu dibagi rata. Kita bagi habis setiap KK. Kalau dari pemerintah ada clusternya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang korban kebakaran, Siti Khadijah sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah berupa uang tunai. Sebagai penyewa, ia juga mau mendapat kesempatan yang adil. “Kami berharapnya uang tunai supaya bisa kami cari tempat tinggal lagi,” ucap dia.

Ia juga mengaku, kebutuhan logistik dan peralatan lainnya sudah cukup memadai. Bagi dirinya yang memiliki bayi, sudah difasilitasi pemerintah untuk ayunan. “Alhamdulillah. Tidak pernah kesulitan makan,” pungkasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru