TARAKAN – Sejak Januari-Agustus 2023 Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Tarakan mendata ada sebanyak 24 kejadian kebakaran di Tarakan. Dari kejadian itu, PMK Tarakan dengan kondisi sarana dan prasarana yang ada, berusaha memaksimalkan untuk menangani setiap kali kejadian kebakaran.
“Dari sisi sarpras, kondisinya membutuhkan untuk dilakukan peremajaan dan dalam pendataan. InsyaAllah sarana prasarana, kami minta data dulu dari Kabid PMK dan Kasi PMK. Kemudian kami evaluasi,” ujar Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan Sofyan, Jumat (11/8).
Namun pihaknya masih menunggu kesiapan anggaran Pemkot Tarakan. Data untuk kerusakan yang tampak jelas itu, salah satunya banyak selang mengalami kebocoran. Untuk mobil yang rusak, diakuinya ada beberapa unit namun jumlahnya masih akan didata.
“Masih ada beberapa unit rusak, tapi untuk fire masih bisa beroperasi. Mobilnya perlu perawatan dan perbaikan servis. Jadi untuk urgent nanti dievaluasi. Karena kami tidak bisa sampaikan untuk pemadam ini kan kendaraannya beda dengan kendaraan yang lain,” katanya.
Sementara itu, dalam dua kasus kebakaran di wilayah Beringin IV pada 6 Agustus 2023 diakibatkan karena korsleting listrik. Penyebab tersebut berhasil dilakukan identifikasi oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan.
“Sumber awal api diduga berasal dari atas plafon salah satu rumah warga di Beringin IV. Yang mana konseleting lampu tanam yang berada di plafon rumah salah satu warga. Akibat dari lampu tanam itu panas berlebihan. Hingga lampu tanam itu meleleh ke plafon rumah. Kemudian secara cepat api menyebar kerumah tersebut,” ujar Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Randhya Sakthika Putra.
Ada pula kelalaian akibat meninggalkan aktivitas memasak, turut menjadi penyebab kebakaran. Salah satunya terjadu di Jalan Jembatan Bongkok RT 21, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat pada 29 Juni 2023. (kn-2)


