Saturday, 20 June, 2026

Normalisasi Sungai Selor Ditarget Rampung Tahun Depan

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan normalisasi Sungai Selor yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bekerjasama dengan Korem 092/Maharajalila, ditargetkan selesai pada 2024 mendatang.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, proyek normalisasi Sungai Selor menghabiskan dana miliaran rupiah. Pekerjaan tahap pertama akan tuntas pada akhir tahun ini.

Kemudian akan dilanjutkan tahap dua pada 2024 mendatang. “Pengerukan dan pembersihan sungai dari tanaman liar dimaksudkan, untuk mengembalikan fungsi sungai ke semula. Yaitu sebagai jalur transportasi masyarakat dan sumber air baku perusahaan air minum milik pemerintah daerah,” terang Gubernur, Rabu (23/8) lalu.

Dalam pengerjaan normalisasi sungai tersebut, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara mulai dari Meranti-Intake Sungai Buaya. Sedangkan Korem 092/Maharajalila dari Kampung Arab-Meranti.

“Sudah ada pembagiannya. Tinggal nanti di lapangan seperti apa teknisnya, mereka yang melaksanakannya,” imbuh Gubernur.

Pengerjaan proyek ini menggunakan excavator buatan dalam negeri, jenis Excavator Amphibi Long Arm Pindad. Ia mengatakan, excavator itu baru sebulan dibeli dari PT Pindad. Pertimbangannya pembelian ini karena adanya nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kita harapkan Sungai Selor kembali ke fungsi semula serta bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Helmi menjelaskan, sudah ada pengerjaan sedikit demi sedikit. Terdapat dua pengerjaan dalam normalisasi Sungai Selor. Yakni swakelola yang dilaksanakan DPUPR-Perkim Kaltara dan yang dikerjakan Korem 092/Maharajalila. Yang dikerjakan Korem, dari arah Kampung Arab dengan panjang sekitar 1,5 kilometer yang dianggarkan Rp 5 miliar.

“Kalau yang dikerjakan DPUPR-Perkim anggarannya sekitar Rp 9 miliar. Untuk tahun ini normalisasi Sungai Selor dipastikan belum selesai dan tahapannya masih akan berlanjut tahun 2024 mendatang. Tahun ini inshaAllah bisa selesai 50 persen,” sebutnya.

Untuk memastikan layanan distribusi air bersih ke masyarakat Tanjung Selor tetap aman, pihaknya telah melakukan koordinasi ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Benuanta. Koordinasi tersebut untuk pengaturan. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru