TARAKAN – Warga RT 16 Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat mengeluhkan sejumlah penyakit masyarakat (pekat) yang terjadi hampir setiap malam. Diantaranya ada aksi dugaan perbuatan asusila hingga transaksi narkotika.
Tak hanya itu, infrastruktur dan penerangan jalan turut dikeluhkan. Ketua RT 16 Amiruddin mengatakan, terdapat kisaran 300 meter jalan setapak warga yang berlubang. Bahkan di sekitarnya tidak terdapat penerangan jalan. Ia mengaku, penerangan jalan sudah sempat dipasang. Namun karena bola lampu kerap dicuri, maka komponen panel tata surya diambil kembali.
“Sisa yang dicuri juga dicabut sama kontraktornya, karena dikhawatirkan hilang lagi. Itu sudah lama kami rasakan gelap-gelapan. Selesai pembangunan renovasi di sekitar mangrove,” keluhnya, Jumat (8/9).
Minimnya lampu jalan, membuat pemuda sering nongkrong di sekitar mangrove. Bahkan pemuda diduga ada aktivitas menghisap lem, melakukan aksi asusila dan transaksi narkotika.
“Itu sering juga anak muda minum-minuman keras. Ngelem juga ada. Terus tempat mesum juga. Itu di dalam mangrove. Karena disitu kondisi gelap,” bebernya.
Kondisi ini pun perparah dengan tak adanya pos kamling di pesisir Kelurahan Karang Rejo. Ia berharap, Pemkot Tarakan membuat Pos Kamling. Untuk menjaga kondusifitas dan lingkungan Kelurahan Karang Rejo, agar aman dari tindak pidana kejahatan.
Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengatakan, akan melakukan pemetaan titik rawan di wilayah pesisir Kelurahan Karang Rejo. Nantinya akan disiagakan personel, untuk melakukan patroli di wilayah tersebut.
“Nanti yang patroli itu kan ada Sabhara, Reskrim juga bisa. Artinya, tidak membuat tim khusus. Tetapi kami siapkan anggota yang ready,” tegasnya.
Wilayah pesisir tindak pidana yang paling rawan yakni narkotika. Terlebih tidak ada penerangan jalan di sisi-sisi tertentu. Sehingga ia berharap, agar masyarakat pro aktif dalam memberikan laporan. Mengenai tindak pidana di wilayah pemukiman padat penduduk.
“Misalnya ada permasalahan bisa langsung hubungi kami. Ada nomor pengaduannya, tim kami juga tetap berputar terus. Meskipun ada informasi dari masyarakat, tim kami tetap standby di wilayah pesisir,” pungkasnya. (kn-2)


