Monday, 22 June, 2026

Inflasi Agustus Tetap Terjaga

TARAKAN – Inflasi pada Agustus 2023 masih tetap terjaga untuk kembali ke kisaran target 3±1 persen. Berdasarkan data BPS, gabungan dua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltara tercatat mengalami deflasi 0,10 persen mtm.

Sehingga secara tahunan menjadi 3,29 persen yoy. Capaian tersebut lebih rendah dari capaian nasional yang sebesar -0,02 persen mtm. Serta menjadikan pencapaian target inflasi menjadi lebih cepat dari prakiraan semula.

“Deflasi gabungan dua kota IHK di Kaltara terutama didorong oleh kelompok transportasi, yang tercatat memberikan andil deflasi 0,07 persen mtm. Terutama pada komoditas angkutan udara andil -0,07 persen mtm, akibat normalisasi aktivitas masyarakat pasca telah berakhirnya masa libur sekolah,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Wahyu Indra Sukma, Jumat (8/9).

Sejalan dengan hal tersebut, deflasi pada bulan laporan juga didorong komoditas tomat andil 0,10 persen mtm dan daging ayam ras -0,06 persen mtm. Hal ini akibat telah membaiknya pasokan terutama pada komoditas daging ayam ras.

Di sisi lain, deflasi pada Agustus 2023 tersebut tertahan oleh tekanan inflasi pada komoditas beras 0,09 persen mtm, cabai rawit 0,03 persen mtm dan wortel 0,02 persen mtm. Meningkatnya tekanan inflasi pada komoditas beras, sejalan dengan penurunan produktivitas pada daerah sentra produksi akibat kondisi cuaca El Nino.

“Dalam menjaga tekanan inflasi berada dalam kisaran target inflasi 2023. TPID se-provinsi Kaltara secara konsisten terus bersinergi dalam pengendalian inflasi. Beberapa strategi berlandaskan 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif),” tuturnya.

Strategi 4K diantaranya aktif melaksanakan Rakor TPID, dengan membahas progres pengendalian inflasi. Termasuk evaluasi roadmap, upaya penurunan harga komoditas. Selanjutnya pelaksanaan GNPIP Kaltara, yang mencakup pemberian Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) dan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi gabungan kelompok tani. Lalu, seminar hilirisasi, gelar pangan murah bersama dengan Pemprov Kaltara.

Tujuannya, kata dia, untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan. Serta asistensi kunjungan TPIP ke TPID se-Provinsi Kaltara pada 14 Agustus 2023. “Berbagai kegiatan pengendalian inflasi, yang berlandaskan 4K akan terus dilaksanakan. Untuk mendukung tercapainya target capaian inflasi gabungan dua kota IHK Provinsi Kaltara tahun 2023 pada kisaran 3±1 persen,” tuntasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru