Tuesday, 21 April, 2026

Perbatasan Prioritas Utama

TARAKAN – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meresmikan gedung Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) beserta Laboratorium dan Perkuliahan Terpadu Universitas Borneo Tarakan (UBT), Rabu (9/3).

Dengan diresmikannya dua laboratorium dan gedung perkuliahan terpadu ini, diharapkan Fakultas Kedokteran segera terealisasi di tahun ini. Nadiem memberikan apresiasi Bupati, Wali Kota maupun Gubernur, untuk mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Harus memfokuskan pada pembangunan bukan hanya di Jawa. Melainkan lebih penting lagi di daerah luar Jawa, terutama perbatasan untuk memajukan negara,” ujar Nadiem.

Menurut Nadiem, pogram ini dari pusat, tidak dimiliki semua universitas. Agar semua mahasiswa punya kesempatan yang sama untuk masuk. Selanjutnya, mendorong program MBKM dengan suplai dari universitas sendiri bermitra dengan masyarakat dan industri lokal.

Terkait Fakultas Kedokteran, Nadiem mengatakan sudah mengizinkan dibuka di UBT. Strateginya, untuk melakukan moratorium kesehatan di Indonesia dengan memprioritaskan daerah yang membutuhkan dokter. Terutama provinsi yang belum memiliki Fakultas Kedokteran saat ini, seperti daerah perbatasan menjadi prioritas utama.

“Dokter yang dibutuhkan itu akan dihasilkan dari Fakultas Kedokteran yang lokal. Banyak sekali anak daerah ke universitas di Jawa. Tapi jarang pulang dan bekerja di luar daerah asalnya. Kami bergandengan selalu dengan Kemenkes, untuk menunjang kedokteran dan alat kesehatan maupun kualitas dokter yang terjamin,” tuturnya.

Nadiem meminta pemerintah daerah memastikan pelajar dan mahasiswa, bisa melakukan kegiatan tatap muka secepat mungkin dan secara aman. Kemudian mendukung program transformasi kurikulum merdeka, sekolah dan guru penggerak.

“Membuat Satgas Kekerasan Seksual di dalam masing-masing universitas sesuai Permen kami. Ini inisiatif kami, walaupun di daerah perbatasan,” harapnya.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang memberikan ucapan terima kasih atas percepatan bisa terlaksananya Fakultas Kedokteran di UBT. Kerja sama dengan baik yang dilaksanakan mulai daerah, provinsi maupun UBT hingga kementerian. “Selamat untuk UBT memiliki laboratorium untuk Fakultas Kedokteran,” singkatnya.

Sementara itu, Rektor UBT Adri Patton memberikan apresiasi sudah mendapatkan sedikitnya 9 program studi (Prodi) di masa jabatan Nadiem sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia. Pihaknya akan mengajukan lagi Prodi baru dalam waktu dekat.

“Kami sudah melakukan MoU dengan universitas di Indonesia bahkan luar negeri, seperti Filipina dan Thailand. Kami sudah membuktikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengirimkan mahasiswanya melakukan perputaran belajar mengajar. Mahasiswa harus bisa memahami model kepemimpinan kampus untuk merubah maindset mahasiswa,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru