TANJUNG SELOR – Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bulungan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bulungan menyiapkan Kapal Wisata.
Alokasi anggaran yang digunakan untuk membuat Kapal Wisata tersebut sekitar Rp 629.508.000. Kapal tersebut sudah diresmikan Bupati Bulungan, bertepatan peringatan Hari Jadi ke-233 Kota Tanjung Selor dan ke-63 Kabupaten Bulungan, pada Kamis (12/10) lalu.
Kapal Wisata memiliki berkapasitas 50-70 orang, dengan panjang 24 meter, lebar 4 meter dan tinggi 8 meter. Adanya Kapal Wisata tersebut akan menampilkan budaya lokal, juga memiliki fasilitas sound system, kafe dan kursi.
Bupati Bulungan Syarwani mengaku, sudah menugaskan Kepala Disparpora Bulungan untuk segera mengatur tata kelola Kapal Wisata itu.
“Kita berharap kapal ini bisa menjadi ikon baru di Sungai Kayan,” harap Syarwani, belum lama ini.
Kapal Wisata itupun diberi nama Tenguyun Sungai Kayan, akan menyusuri Sungai Kayan. “Sekarang ini kita belum berbicara tarif. Tapi, nanti arahnya pasti akan kesana (soal tarif). Karena, bagaimanapun, kapal ini tetap membutuhkan biaya pemeliharaan,” tutur mantan Ketua DPRD Bulungan ini.
Menurut Syarwani, keberadaan Kapal Wisata menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bulungan. Bupati meyakini, ke depan banyak multiplier effect (efek berganda), seiring hadirnya Kapal Wisata ini. Selain itu, keberadaan Kapal Wisata ini diyakini akan berdampak terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah.
“Jika memasuki musim buah, kita bisa bekerjasama dengan Desa Antutan dan beberapa desa lainnya yang memiliki kebun buah. Jadi, siapapun yang ingin berkunjung bisa difasilitasi melalui Kapal Wisata,” ujarnya.
Di lain pihak, Kepala Disparpora Bulungan Septi Ding menambahkan, sebenarnya untuk wisata itu bagaimana membrandingnya. “Jika kami melihat, Kapal Wisata ini tidak harus berlayar. Karena bisa juga menjadi kafe terapung,” jelasnya.
Dari hasil diskusi dengan pihak ketiga, banyak yang berminat menjadikan kafe terapung. “Jikapun harus beroperasi setiap hari, biaya operasionalnya tinggi. Kalau kuota 50-70 orang biasa terpenuhi setiap hari. Apabila tak terpenuhi, tentu tidak menutupi biaya operasional,” imbuhnya.
Berkaitan operasional, Disparpora Bulungan belum mengkalkulasikan secara keseluruhan. Diharapkan, Kapal Wisata ini dapat mendongkrak PAD Bulungan.
“Rencananya, tahun depan ada penambahan satu kapal. Tetapi, kita lihat dahulu untuk biaya operasional ke depan,” tutupnya. (kn-2)


