TARAKAN – Provinsi Kaltara saat ini sudah berhasil meloloskan 18 atlet untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024 mendatang.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara Muhammad Nasir mengatakan, jumlah cabor yang akan lolos ke PON diprediksi masih terus bertambah. Lantaran masih ada beberapa cabor yang belum melaksanakan babak kualifikasi PON.
“Mungkin yang belum melaksanakan Pra PON itu sampai November nanti. Kurang lebih masih ada 10 cabor yang belum melaksanakan Pra PON,” terangnya, Kamis (19/10).
Diprediksi 10 cabor yang belum melaksanakan Pra PON. Bahkan, ada beberapa cabor yang berpotensi menambah jumlah cabor Kaltara untuk lolos ke PON. Dengan raihan jumlah cabor yang lolos saat ini, Nasir memastikan jumlah tersebut sudah lebih banyak dari cabor yang lolos ke PON XX Papua 2020 lalu.
“Kita tunggu lagi, bisa saja 5 sampai 6 cabor yang melaksanakan Pra PON ini kemungkinan besar bisa lolos PON,” harapnya.
Setelah semua cabor melaksanakan Pra PON dan didapati berapa cabor asal Kaltara, KONI Kaltara akan terus mendukung program pemusatan latihan oleh tiap cabor. Seperti melaksanakan try out di luar Kaltara. Namun untuk cabor yang akan melaksanakan try out ke luar daerah, juga harus menyesuaikan anggaran yang tersedia.
“Jadi nanti mereka yang menentukan di mana bisa melaksanakan try out. Tergantung cabor masing-masing,” ucapnya.
KONI Kaltara memastikan terhadap cabor yang melaksanakan Pra PON, akan dilakukan monitoring. Monitoring dilakukan oleh bidang pembinaan prestasi. Agar hasil yang muncul di Pra PON merupakan hasil yang benar dan tidak ada rekayasa. Bahkan setelah semua cabor melaksanakan Pra PON, pihaknya akan melakukan rapat kerja (Raker) guna membahas kesiapan cabor menjelang PON.
“Insha Allah akan kita naikkan (target klasemen di PON). Apalagi ada beberapa atlet andalan kita yang sudah kembali ke Kaltara. Kemungkinan medali kita akan bertambah nanti,” tutur Nasir.
Nasir juga menyatakan, untuk menghadapi PON dan menargetkan medali di PON. Pihaknya menetapkan cabor yang prestasi dan cabor unggulan. Sehingga bisa dilakukan pemetaan terhadap prediksi medali yang akan didapatkan di PON nantinya.
“Nanti barometer ini di Pra PON juga. Sehingga kita bisa mengarahkan agar cabor berlatih di mana,” imbuhnya.
Sementara pihaknya akan menyusun program bagi cabor saat menuju PON, juga fokus menyiapkan pengusulan anggaran ke Pemprov Kaltara. Dalam waktu ini, pihaknya akan memasukkan usulan anggaran di tahun depan. Dikhususkan untuk persiapan dan mengikuti PON.
“Kita berharap anggarannya bisa dimasukkan ke anggaran murni,” ujarnya.
Sementara itu, mempertahankan medali emas dalam cabor menembak, pada gelaran PON, KONI Kaltara melakukan monitoring langsung latihan atlet. Diketahui pada PON Papua 2020 lalu, cabor menembak perdana dan satu-satunya cabor asal Kaltara yang berhasil mengukir prestasi dengan raihan satu emas.
“Ya jangan sampai nanti cabor menembak ini melepas emasnya. Kami mau monitoring langsung, melihat atlet dan mendengar langsung keluhannya,” ujar Wakil Ketua III KONI Kaltara Sulis Krisbowo, Rabu (18/10) lalu.
Keluhan yang ia terima dari atlet dan pelatih, cenderung sama yakni persoalan anggaran. Terlebih untuk mempertahankan prestasi, atlet harus terus berlatih. Sehingga banyak biaya yang terus menerus digunakan.
“Pasti kalau latihan beli peluru, terus sasarannya. Itu perlu persediaan. Kita tidak boleh vakum,” tegasnya.
Dari hasil monitoring atlet dan latihan cabor menembak, juga akan dilaporkannya dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) KONI Kaltara. Terlebih cabor menembak juga dipastikan melenggang ke gelaran PON Aceh-Sumut 2024 mendatang. Pembahasan pada rapat monev untuk memetakan kebutuhan atlet yang bersiap ke PON XXI.
“Kita perlu banyak perbaikan. Baik itu mekanisme saat latihan. Kalau cabor ini yang diperlukan sudah jelas. Tinggal kami dari KONI harus bisa support mereka,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil monev, ia menilai di tengah keterbatasan anggaran, atlet Kaltara masih semangat dalam berlatih. Dalam persoalan memberikan support anggaran ke atlet, pihaknya berharap kepada Pemprov Kaltara.
“Ada beberapa yang kita monitoring, seperti cabor menembak, layar, renang dan banyak lagi. Cuma ya ada problem masing-masing,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kaltara Misransyah mengaku, akan menambah atlet yang lolos PON. Saat ini sudah ada tiga atlet yang lolos PON. Salah satunya Nasruddin dan Misran.
“Kemungkinan dua atlet bisa lolos. Masih ada Pra PON di Jakarta dan Tangerang. Prioritas nomor shottgun 300 meter dan 50 meter,” singkatnya. (kn-2)


