TANJUNG SELOR – Dalam pemerataan pembangunan untuk segala bidang, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan.
Bukan hanya di sektor pembangunan fisik hingga infrastruktur. Namun juga pembangunan sosial budaya masyarakat, terutama mempertahankan dan melestarikan adat istiadat, budaya hingga bahasa masyarakat asli tetap eksis dan berkembang di lingkungan masyarakat.
Bupati Bulungan Syarwani membuka lounching kurikulum muatan lokal (Mulok) bahasa dan sastra daerah Kabupaten Bulungan. Terutama Bahasa Dayak, Tidung hingga Bulungan, di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Selasa (15/11) lalu.
Dikatakan Bupati, sangat serius dalam upaya mempertahankan dan membangkitkan kembali penggunaan bahasa hingga adat istiadat masyarakat asli Bulungan.
“Bagaimana kita harus menarasikan dan menulis tentang bahasa, hingga budaya masyarakat asli dalam bentuk dokumen,” tegas Bupati.
Adanya kurikulum Mulok bahasa dan sastra daerah, langkah maju dengan mencatat menarasikan dalam konteks bahasa. Kemudian ajarkan ke sekolah-sekolah dalam bentuk kurikulum Mulok.
“Tentu ke depan harus lebih banyak lagi yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Bupati menekankan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata juga harus bersinergi mengangkat dan mempromosikan bahasa dan budaya asli. Bukan hanya dalam kegiatan formal pendidikan saja, tapi melalui konten media sosial dikalangan anak muda.
“Bulungan ini banyak konten kreator yang pengikutnya jutaan. Namun sayangnya belum banyak yang mempromosikan kebudayaan asli Bulungan,” ungkapnya.
Ke depan, kata bupati, harus banyak membuat konten bahasa asli Tidung, Dayak maupun Bulungan di berbagai platform media sosial. Sehingga anak-anak tetap memiliki memori tentang bahasa daerahnya.
Kepala Disdikbud Bulungan Suparmin Seto menambahkan, demi menjaga dan melindungi eksistenti bahasa dan budaya asli. Pemda telah menerbitkan peraturan bupati tentang kurikulum bahasa daerah pada muatan lokal pendidikan di sekolah.
“Saat ini sudah ada 20 sekolah menerapkan kurikulum muatan lokal bahasa daerah. Mudahan semakin hari semakin bertambah. Para guru dan kepala sekolah dapat membuka peluang menerapkan ini. Baru kemudian melangkah pada aspek budaya,” tuturnya.
Dengan semakin maju dan berkembangnya Kabupaten Bulungan, terlihat pergeseran budaya dan tradisi masyarakat asli. Dibandingkan tahun 70-80 an dengan era sekarang. (kn-2)


