Friday, 19 June, 2026

Kesiapan RS Layani Para Caleg Gagal, Ruangan Banyak Tinggal Menyesuaikan Kebutuhan

Berkaca dari kasus di pemilu sebelumnya, biasanya caleg yang mengalami depresi lebih banyak diam, melamun, bahkan insomnia. Gangguan jiwa bukanlah aib, sama saja seperti penyakit fisik.

GALIH A.P., Surabaya N.G.WICAKSONO, Gresik IWAN F, Situbondo

 ADA dua calon anggota legislatif (caleg) yang kalah bersaing memperebutkan kursi yang dirawat di RSUD dr Soewandhie, Surabaya, pada Pemilu 2019. Mereka mengalami depresi berat.

“Tidak sampai gangguna jiwa ya, hanya depresi berat dan memerlukan perawatan,” kata Direktur RSUD dr Soewandhie Billy Daniel Messakh kepada Jawa Pos di Surabaya Rabu (29/11) lalu.

Karena itu pula, untuk Pemilu 2024, RSUD dr Soewandhie kembali siap memberikan pelayanan serupa. Rumah sakit pelat merah tersebut memiliki psikiater dan psikolog yang siap menangani. Juga, tersedia poli eksekutif.

Soal kapabilitas dan kualitas, Billy menjamin tidak perlu diragukan. Sebab, layanan kejiwaan merupakan salah satu yang diunggulkan RSUD dr Soewandhie.

Poli eksekutif yang dimaksud ada di lantai 5 Gedung Adhyatma RSUD dr Soewandhie. Di sana pasien akan mendapat pelayanan seperti pasien VIP. Tentu saja, hal tersebut memerlukan biaya pribadi dari pasien.

Pasien akan lebih dulu didiagnosis seperti apa keluhannya. Kemudian, dirujuk ke poli terkait, misalnya poli kejiwaan. Berkaca dari kasus sebelumnya, memang yang dirujuk ke sana tidak menunjukkan kondisi gangguan psikis berat seperti marah-marah atau mengamuk.

Mereka lebih banyak diam, melamun, bahkan insomnia sehingga sangat mengganggu aktivitas harian.

“Ruangannya banyak dan itu disesuaikan dengan kebutuhan saja nanti,” terangnya.

RSUD Ibnu Sina, Gresik, juga secara garis besar siap memberikan layanan serupa. “Secara khusus tidak kami siapkan. Tapi, jika diperlukan, segala kebutuhan untuk pelayanan caleg sudah siap,” ucap Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dr Soni kepada Jawa Pos Rabu (29/11).

RS tipe B itu sudah memiliki sumber daya manusia yang lengkap. Mulai psikiater hingga psikolog klinis. Klinik Psikiatri Ibnu Sina Gresik dilengkapi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa. Nanti dokter spesialis berfokus pada diagnosis, pengobatan, dan pencegahan terhadap gangguan emosional, kejiwaan, maupun perilaku.

Berdasar daftar calon tetap Pemilu 2024 yang ditetapkan KPU Gresik, total caleg untuk DPRD setempat berjumlah 566 orang. Dari jumlah tersebut, yang bisa melenggang menjadi legislator hanya 50 orang.

Di sisi timur Jawa Timur, Rumah Sakit dr Abdoer Rahem (RSAR), Situbondo, juga memiliki ruang khusus untuk pasien gangguan jiwa. Selain untuk melayani pasien akut maupun kronis, rumah sakit daerah itu menangani pasien stres ringan. Misalnya, caleg yang kalah dalam kontestasi.

Direktur RSAR dr Roekmy Prabarini Ario mengatakan, saat ini rumah sakit sedang mempersiapkan ketersediaan fasilitas yang mumpuni untuk pelayanan pasien gangguan kejiwaan. Baik pembangunan ruang rawat inap maupun alat yang dibutuhkan untuk memudahkan tenaga kesehatan melakukan perawatan.

“Sekarang rumah sakit sedang proses pembangunan ruang rawat inap jiwa, baik untuk (pasien) yang akut maupun yang ringan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi (29/11).

Psikiater Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Jiwa dr H Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, dr Lahargo Kembaren SpKJ menyebutkan, perawatan kesehatan jiwa sama dengan layanan kesehatan untuk sakit fisik. Pasien bisa datang ke IGD (instalasi gawat darurat) rumah sakit umum. Dokter dan nakes yang jaga bisa memberikan pelayanan kesehatan.

“Profesi kesehatan ini saling bersinergi. Misalnya, keluhan awal GERD dan datang ke penyakit dalam, tapi karena terlihat ada gangguan jiwa, pasien bisa diarahkan ke psikiater,” tuturnya.

Dia meyakinkan bahwa gangguan jiwa bukanlah aib. “Semua bisa mengalami dan kesehatan jiwa sama dengan kesehatan fisik,” ujarnya. (*/c7/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru