Bertambah satu lagi pemain naturalisasi yang bakal menjadi andalan di skuad tim nasional Indonesia. Justin Quincy Hubner, yang memiliki kakek dan nenek asli Indonesia, telah disahkan menjadi warga negara Indonesia (WNI).
DIMAS RAMADHAN WICAKSANA, Jakarta
“AYAHKU full Indonesia. Mamaku full Belanda. Opa dan omaku berasal dari Indonesia. Jadi, semua dari pihak ayahku dari Indonesia. “Kalimat itu disampaikan Justin Hubner di kanal YouTube Yussa Nugraha pada 6 September 2020 saat ditanya terkait darah Indonesia-nya.
Dan, setelah menjalani serangkaian proses dan dinamika, kemarin bek Wolverhampton Wanderers itu disumpah menjadi WNI. Justin Hubner tiba di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM) DKI Jakarta pukul 09.50 WIB, 20 menit lebih lama dari jadwal semula.
Calon pemain tim nasional Indonesia itu datang mengenakan jas hitam dan dasi dengan corak serupa, dipadukan dengan kacamata hitam serta sepatu putih sehingga membuatnya tampak gagah.
Begitu tiba, Justin langsung dipasangi kopiah oleh petugas Kanwil Kemenkum HAM. Tak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Pemain yang pernah memperkuat Belanda U-19 dan U-20 itu hanya melontarkan senyuman, lalu masuk untuk menjalani sumpah/janji setia pewarganegaraan Republik Indonesia.
Selama pengambilan sumpah, tidak ada pengurus inti PSSI yang hadir. Justin menjalani prosesi tersebut dengan lancar tanpa kendala. “Ini (proses naturalisasi) perjalanan yang sangat panjang. Tapi ya, saya sangat senang berada di sini sekarang,” katanya setelah mengambil sumpah Rabu (6/12).
“Saya ingin segera membela timnas Indonesia dan mendapatkan banyak hal bersama mereka. Saya tidak sabar untuk bermain dan saya sangat gembira,” tambah pemain kelahiran s-Hertogenbosch, Belanda, 14 September 2003, itu.
Proses naturalisasi Justin Hubner memang cukup berliku. Dia memulai proses tersebut sejak Maret lalu bersama Rafael Struick dan Ivar Jenner. Tapi, sebulan berselang, eks pemain FC Don Bosch itu mengurungkan niat untuk dinaturalisasi sehingga prosesnya tidak dilanjutkan.
Saat itu muncul kabar bahwa kapten tim U-21 Wolverhampton Wanderers tersebut batal dinaturalisasi karena PSSI tidak mampu memenuhi permintaan yang diajukan pihak sang pemain. Tapi, apa yang sebenarnya terjadi? Justin mengakui bahwa kala itu dirinya masih ragu.
“Saya selalu mengatakan bahwa saya ingin bermain untuk Indonesia. Tapi, saya masih muda dan perlu waktu untuk memikirkannya. Sangat sulit bagi saya untuk membuat keputusan,” terangnya.
Tak lama setelah menolak, Justin sempat dipanggil dan bermain untuk Belanda U-20. Lantas, apa alasan pemain berusia 20 tahun itu akhirnya bersedia membela timnas Indonesia dan melanjutkan proses naturalisasinya?
“Saya merasa Indonesia punya suporter yang lebih besar dari Belanda. Saya berpikir kita punya generasi yang bagus dan bisa mencapai banyak hal dengan generasi ini,” jelas putra pasangan Ferdinan Patrick Rudolf Hubner dan Brigitte Prophitus itu.
Setelah menjalani sumpah menjadi WNI, bek bertinggi 188 sentimeter itu pergi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta untuk pembuatan KTP. Lalu ke kantor imigrasi untuk membuat paspor dan statusnya benar-benar sah sebagai WNI.
Dengan demikian, peluang Justin Hubner untuk membela timnas Indonesia kian dekat. Kini dia tinggal menunggu proses perpindahan federasi dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) ke PSSI. Jika semua proses itu tuntas, dia bisa didaftarkan masuk skuad Garuda di Piala Asia 2023.
Justin pun sangat antusias bisa mengenakan jersey Merah Putih dengan lambang Garuda di dada di Piala Asia 2023 pada 12 Januari hingga 10 Februari di Qatar.
“Saya sudah tidak sabar untuk pergi ke Qatar dan menghadapi Jepang, Vietnam, dan negara lainnya. Semoga kami bisa meraih banyak hal dan saya akan melakukan segalanya untuk memenangi pertandingan,” bebernya.
Sementara itu, Ibnu Chuldun selaku kepala Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta mengucapkan selamat kepada Justin yang sudah sah menjadi WNI. Dia berharap sang pemain dapat membuktikan kualitasnya di timnas Indonesia.
”Semoga dia mampu membanggakan dan mengharumkan sepak bola Indonesia pada setiap laga kancah dunia,” tutur Ibnu. (c19/ali/jpg)


