TARAKAN – Warga RT 09, Kelurahan Karang Balik, Tarakan Barat dihebohkan dengan pria yang diduga nekat gantung diri, sekitar pukul 13.00 Wita, Selasa (13/2).
Korban berinisial YG nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melilitkan kain dilehernya, yang digantung dari atas plafon. Penemuan jasad YG diawali dari pihak rental sepeda motor yang mencari korban, lantaran belum mengembalikan motor yang disewanya.
Saat dicek melalui GPS, sepeda motor tidak bergerak selama dua hari di depan rumahnya. “Saya juga sempat chat YG, tapi tidak terkirim. Cuma centang satu. Itu pas hari Minggu malam saya hubungi tidak aktif. Kebetulan yang punya sepeda motor ini teman saya,” ucap rekan korban, Bayu.
Bayu yang satu tempat kerja di pangkas rambut dengan korban, akhirnya mendatangi rumah korban. Ia dan rekannya tidak mendapat jawaban, usai mengetuk pintu rumah korban. Namun keduanya sempat mencium aroma tak sedap dari balik pintu. Keduanya pun berinisiatif untuk memanggil Ketua RT dan Babinkamtibmas setempat, untuk melakukan pengecekan ke dalam rumah YG.
“Pas Babinsa dobrak, ya sudah begitu (dalam keadaan tergantung),” imbuhnya. Bayu sebagai teman dekatnya tak menyangka, YG akan pergi dengan cara seperti itu.
Terakhir, ia bertemu dengan korban pada Sabtu (10/2) lalu. Saat itu, korban tidak bercerita apapun ke Bayu. Namun, Bayu menyadari ada yang tidak beres, lantaran YG yang tak bersemangat saat bekerja.
“Kesehariannya baik saja. Kerja pun diam aja, sempat nangis saya lihat. Ya memang dari dulu permasalahannya rumah tangga, memang tidak cerita, tapi kami tahu saja,” ungkapnya.
Warga sekitar rumah korban, Siti mengaku sempat mencium aroma tak sedap beberapa hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Ia sempat ditegur oleh suaminya untuk mengecek kondisi gas. Lantaran ia khawatir jika bau tak sedap tersebut timbul dari gas yang bocor.
Ia menduga, korban yang tinggal seorang diri diduga tengah cek cok dengan istri hasil pernikahan sirinya. Siti mengaku, sudah 3 hari tak melihat korban. Rumor retaknya rumah tangga korban dengan istrinya sudah diketahui warga sekitar.
“Mungkin stress kali karena banyak pikiran. Memang katanya mau cerai dengan istrinya. Dari sebulan lalu sudah ribut-ribut,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RT 9 Abdul Manaf mengatakan, pernikahan YG dan istrinya diketahui sudah lama. Namun, ia tak mengetahui pasti penyebab dugaan retaknya rumah tangga keduanya.
Ia tengah bersantai, namun terdapat rekan dari YG yang memanggilnya untuk mengecek kediaman YG. Abdul Manaf mengakui, korban sudah beberapa hari ini tak terlihat lagi.
“Saya lihat sepeda motornya saja parkir di depan, engga digunakan selama 4 hari. Ya rumahnya sepi saja, tadi didobrak pintunya sama Babinsa, karena ada yang minta untuk cek,” pungkasnya. (kn-2)


