TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan menyalurkan logistik pemilu dari gudang logistic, di Mall Pelayanan Publik (MPP) ke masing-masing kelurahan, Selasa (13/2).
Diketahui logistik pemilu yang didistribusikan diantaranya surat suara, formulir rekapitulasi suara, bilik, tinta dan alat coblos. Ketua KPU Tarakan Nasruddin mengatakan, seluruh kotak suara berjumlah 3.410 telah disalurkan ke masing-masing kelurahan. Setelahnya, dari kelurahan langsung mendistribusikan ke 682 TPS melalui KPPS.
“Pendistribusian ke TPS itu melalui KPPS, bisa malam nanti atau subuh. Intinya jam 6 besok pagi sudah harus sampai ke TPS,” jelasnya.
Logistik pemilu juga disalurkan ke wilayah Pulau Sadau, Kelurahan Karang Harapan. Dengan menggunakan 3 unit transportasi laut. Sementara pendistribusian di darat menggunakan 10 kendaraan truk.
“Semoga distribusi ini berjalan lancar, sehingga pemilihan besok (hari ini, Red) bisa berjalan. Masyarakat jangan lupa besok (hari ini, Red) melakukan pemilihan, membawa C Pemberitahuan dan KTP Elektroniknya,” tegasnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Tarakan Johnson mengatakan, seluruh pengawasan kecamatan sudah disiagakan untuk memantau pendistribusian logistik pemilu. “Untuk pengawasan kami melekat ke pendistribusian logistik ini. Kemanapun pendistribusiannya harus kami awasi,” singkatnya.
Kasub Satgas Gudang Logistik Ipda Mahendra mengatakan, pendistribusian logistik pemilu di Kota Tarakan. Diawali ke wilayah Tarakan Utara ke Tarakan Timur dan Tarakan Barat. Kemudian dilanjutkan sore hari ke wilayah Tarakan Tengah. Adapun dalam pendistribusian ini, unsur pengamanan Polri yang terlibat terdiri dalam 1 kendaraan dan perjalanannya ke kelurahan di kawal 8 anggota Polri.
“Sementara, untuk penjagaan di gudang logistik menugaskan 5 anggota Polri. Total ada 9 personel. Jadi kalau ada apa-apa di jalan, semuanya standby dan aman. Lalu langsung menghubungi petugas yang ada di Posko,” jelasnya.
Skema pengamanan dalam pendistribusian ini dilakukan untuk ke Pulau Sadau. Namun, pengamanan sedikit berbeda, lantaran pendistribusian ke wilayah Pulau Sadau harus melalui perairan. “Personel kami mengawal ke sana. Nanti tetap ke kelurahannya dulu, langsung didistribusikan ke Pulau Sadau,” tutupnya. (kn-2)


