Wednesday, 27 May, 2026

Di Tarakan Ada 11 TPS Sangat Rawan

TARAKAN – Sebanyak 304 personel Polres Tarakan dilibatkan dalam sprint pengamanan TPS Pemilu 2024. Dari jumlah tersebut rinciannya, 264 personel Polres Tarakan dan 39 personel Polda Kaltara.

Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengatakan, sudah mengecek jumlah, kerapian dan pengecekan kelengkapan personel. “Saya berharap agar seluruh personel yang terlibat dalam sprint pengamanan TPS Pemilu 2024 dapat memberikan pengamanan yang baik terhadap seluruh masyarakat. Jaga kesehatannya dengan sebaik-baiknya. Pelaksanaan pengamanan berlangsung pada 14 Februari dan seluruh personel bergeser dari tanggal 13 Februari 2024,” singkat Kapolres, belum lama ini.

Kasat Binmas AKP Budi Santoso mengaku, sudah melakukan pemetaan terhadap petugas pengamanan (PAM) TPS Pemilu 2024. Adapun pola yang akan dilakukan nantinya diklasifikasikan ke dalam TPS kurang rawan, rawan, sangat rawan dan khusus.

Untuk jumlah TPS yang kurang rawan di Kota Tarakan ada 624 TPS, rawan 42 TPS, sangat rawan 11 TPS dan khusus 5 TPS. Pola yang akan dilakukan Polri untuk TPS kurang rawan yakni 2.4.8 -2.8.16. Artinya, 2 polisi mengamankan 4 TPS dibantu 8 Linmas. Lalu, 2 polisi mengamankan 8 TPS dibantu 16 Linmas.

Sementata TPS rawan menggunakan pola 2.2.4, TPS sangat rawan 2.1.2 dan TPS khusus 2.1.2. “Pola yang digunakan macam-macam. Tergantung tingkat kerawanan dan wilayah aman yang sudah dipetakan,” ungkapnya.

Ia menyebut, TPS yang sangat rawan seperti wilayah pesisir Pantai Amal dan Pulau Sadau. Berdasarkan pertimbangan, kedua wilayah tersebut memerlukan upaya ekstra untuk dijangkau. Sehingga pihaknya menetapkan kedua wilayah tersebut, masuk ke dalam TPS sangat rawan.

“Namun ada juga yang ditetapkan sebagai wilayah rawan. Misalnya, banyak kandidat yang nantinya bertemu di satu TPS itu. Ada juga permasalahan sosial, seperti lahan. Ada yang memang sudah dipetakan dari pusat bahwa wilayah itu rawan,” tegasnya.

Peran Binmas sudah terlaksana sebagai Satgas Preventif, untuk sosialisasi dan edukasi. Adapula, Satgas Penggalangan dan pendidikan bertugas untuk memberikan pengertian ke masyarakat. Serta penggalangan ke tokoh masyarakat. Diharapkan mengajak masyarakat untuk dapat menciptakan pemilu yang damai, aman dan kondusif.

“Kami sudah lakukan itu. Pemetaan potensi kerawanan TPS sudah dilakukan, melalui penggalangan dan penyelidikan. Kami upayakan untuk terciptanya suasana aman dan kondusif,” harapnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru