TANJUNG SELOR – Tahun ini, tidak sekadar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Bahkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bulungan tahun 2024 akan segera digelar.
Sebelum, proses pelaksanaan pilkada tersebut hal yang penting soal pendanaan pengamanan jadi pembahasan. Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bulungan Dharmawan, telah ada pembicaraan perihal anggaran untuk Pilkada Bulungan 2024. Ada tiga pihak yang mengajukan anggaran, masing-masing dari Polresta Bulungan, Kodim 0903 Bulungan dan Detasmen Polisi Militer VI/3 Bulungan.
“Total anggaran yang diusulkan sebesar Rp 7.597.257.050. Namun, setelah diverifikasi oleh tim TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan tim teknis Bakesbangpol Bulungan, anggaran yang disetujui hanya Rp 5 miliar,” ungkapnya, Kamis (15/2) lalu.
Ia menjelaskan, ada perbedaan antara usulan awal dan akhir, karena tim verifikasi menilai kebutuhan sesuai kondisi di lapangan. Usulan Polresta awalnya Rp 6.210.256.000, tapi yang disetujui Rp 3.655.000.000. Untuk usulan Kodim, awalnya Rp 1.274.469.200. Tapi yang disetujui Rp 1.270.000.000. Selanjutnya, usulan dari Denpom awalnya Rp 112.531.850, disetujui Rp 75.000.000.
“Memang berdasarkan sejumlah pembahasan, di masing-masing pihak tidak disetujui sesuai usulan. Mengingat anggaran disesuaikan,” terangnya.
Dharmawan menambahkan, peran TNI/Polri sangat vital dalam Pilkada. Polresta Bulungan dan Kodim 0903 Bulungan sudah menyatakan kesiapan dan keterlibatan dalam mengawal Pilkada Bulungan 2024.
“Anggaran ini masih proses, sumbernya dari APBD 2024. Nanti kita transfer sekaligus ke rekening masing-masing,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha mengatakan, untuk mengamankan Pilkada sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Selain dengan pemerintah daerah, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak penyelenggara. Baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Koordinasi yang dibangun bersama penyelenggara pemilu itu, agar terciptanya pesta demokrasi yang aman dan damai,” singkatnya. (kn-2)


