TANJUNG SELOR – Tepat tiga tahun pasangan Syarwani-Ingkong Ala, menjabat Bupati dan Wakil Bupati Bulungan. Di bawah kepemimpinan keduanya, Bumi Tenguyun sebutan lain Bulungan, terus berkembang.
Setelah dilantik pada 26 Februari 2021 silam, pasangan tersebut langsung tancap gas. Dengan 15 program prioritas untuk mewujudkan visi Pemkab Bulungan, yakni Berdaulat Pangan, Maju dan Sejahtera. Program prioritas tersebut seperti Mandau Tani, satu desa satu produk, beasiswa vokasi berbasis potensi wilayah dan program Mantera, jaminan hasil produksi pertanian, benuanta religi, mantap pelayanan dasar, Bulungan reaksi cepat, desa pintar desa digital serta kredit mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera).
Berkaitan pencapaian yang sudah dilakukan, menurut Bupati Bulungan Syarwani, tentu merupakan subjektivitas bagi pemerintah daerah. “Tentu masyarakat Bulungan yang lebih berhak menilai, terhadap kinerja pemerintah daerah selama tiga tahun ini,” jelas Syarwani yang ditemui usai Selayang Pandang Tiga Tahun Kepemimpinan di Ruang Tenguyun, Senin (26/2) lalu.
Menurut bupati, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ke depan. Dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Bulungan, agar visi misi bisa tercapai dengan 15 program prioritas.
“Apalagi sempat dibahas soal pangan, satu desa satu produk dan jaminan hasil produksi pertanian. Itu merupakan sebagian program-program yang kita terjemahkan dari visi misi Kabupaten Bulungan,” ujarnya.
Bahkan, Bupati bersama Wakil Bupati Bulungan tidak akan memberikan tanggapan panjang perihal pencapaian memimpin tiga tahun ini. “Tentu rapor hari ini, kami serahkan pada masyarakat yang berhak menilai kinerja saya bersama Wakil Bupati Bulungan (Ingkong Ala). Serta seluruh jajaran pemerintah daerah,” ungkapnya.
Bupati pun memiliki harapan, agar bersama-sama melangkah dengan semangat bergandengan tangan, bergotong royong serta bersinergi. Demi mewujudkan pembangunan di Bulungan, yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Pada kesempata ini pun, bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala desa dan kelurahan.
“Bila tak ada dukungan itu (kepala desa dan kelurahan), tentu kita tidak bisa capai dan rasakan saat ini. Kerja yang dihasilkan, bukan dari bupati maupun wakil bupati. Tetapi kerja kolektif dari seluruh jajaran pemerintah daerah hingga pemerintah desa,” tutur mantan Ketua DPRD Bulungan ini.
Bupati mengakui, persoalan yang masih harus diselesaikan seperti menyangkut infrastruktur, kesehatan, bidang pendidikan hingga pemenuhan kebutuhan layanan dasar masyarakat. Hal itu tentu akan ditingkatkan dan atensi fokus bagi pemerintah daerah.
Di sisi lain, pemerintah daerah pun memikirkan agar meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Seiring masuknya sejumlah investasi yang berinvestor di Kabupaten Bulungan. Bupati mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk kepala desa dan camat.
“Untuk mengawal kegiatan investasi yang sudah ada di Bulungan. Kehadiran investasi ini memberikan dampak positif, dalam percepatan pembangunan,” imbuhnya.
Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala menambahkan, pencapaian yang dirasakan saat ini belum sepenuhnya maksimal. Tentu masih ada sejumlah program yang harus dilaksanakan ke depan.
“Kita membutuhkan dukungan dari berbagai pihak maupun kalangan masyarakat. Agar ke depannya, pembangunan di Bulungan ini bisa merata. Termasuk dalam hal kebutuhan layanan dasar masyarakat,” singkatnya.
Di tempat yang sama, Mantan Bupati Bulungan 2 Periode, Budiman Arifin mengapresiasi atas kinerja pasangan Syarwani-Ingkong Ala. Karena melanjutkan, menyempurnakan dan mengembangkan yang dilakukan pemimpin-pemimpin terdahulu. Bahkan membangun komunikasi yang baik dengan forkopimda yang ada di Bulungan.
“Membangun itu jika tak menjalin komunikasi dengan aparat-aparat penegak hukum. Maka pembangunan tidak bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, pasangan ini jalin komunikasi dengan provinsi hingga Pemerintah Pusat. Sehingga anggaran yang diperoleh tak sekadar dari APBD, melainkan ada kucuran APBN. Meskipun pasangan Syarwani-Ingkong Ala bukan dari kalangan birokrasi. Tapi mampu menjalin koordinasi dengan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), dapat terjalin baik.
“Hal itu terbukti menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai. Selain itu bidang kesehatan dan pendidikan yang meningkat dan dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Pembangunan yang dilaksanakan pada sektor ekonomi, seperti di Pelabuhan Bunyu. Adanya pelabuhan tersebut, tentu besar pengaruhnya bisa menurunkan harga barang di Bunyu. Tak kalah penting, soal investasi yang ada di Bulungan. Menurut Budiman, diketahui bersama saat ini sudah ada pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kecamatan Tanjung Palas Timur.
“Saran saya, untuk pembangunan KIHI ini. Kita harus tahu kebutuhan KIHI apa saja untuk tenaga kerja. Ke depan, tentunya KIHI akan membutuhkan banyak tenaga kerja,” ungkapnya.
Untuk APBD Bulungan, diakui Budiman, tiap tahun mengalami peningkatan. Sejak menjabat sebagai Bupati-Wakil Bupati Bulungan, APBD Tahun 2021 Rp 1.311.508.667.154,26. Lalu pada 2022, APBD Bulungan perlahan meningkat menjadi Rp 1.489.408.127.585,00.
Kemudian, APBD Bulungan Tahun 2023 Rp1.895.658.803.554,00 dan tahun ini sebesar Rp 1.937.748.979.012,00. “APBD yang meningkat tiap tahun, tentunya dapat menunjang pelaksanaan pembangunan. APBD diestimasi kembali naik, ketika memasuki anggaran perubahan tahun ini,” tutupnya. (kn-2)


