TARAKAN – Meskipun belum ada kepastian dalam pelaksanaan haji tahun ini. Direktorat Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) menginstruksikan semua daerah, untuk mempersiapkan keberangkatan haji.
Kemenag Tarakan saat ini sudah melakukan persiapan terhadap 152 calon jemaah haji (CJH), yang sudah siap berangkat. Menurut Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Tarakan Muhammad Aslam, sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk pemberangkatan haji tahun ini. Salah satunya melakukan pengecekan terhadap paspor CJH.
“Persiapan haji dilakukan ketika sudah mendapatkan kepastian pelaksanaan keberangkatan haji, tidak ada kendala,” terangnya, Senin (21/3).
Ada tiga skema yang akan digunakan dalam pemberangkatan haji tahun ini. Meliputi, skema pemberangkatan semua jemaah haji, pemberangkatan tidak semua jemaah haji dan tidak ada pemberangkatan. Dari tiga skema tersebut, berdasarkan instruksi Ditjen PHU, untuk persiapan yang dilakukan daerah menggunakan skema pemberangkatan semua jemaah haji.
“Skema haji full, semuanya berangkat 100 persen. Kalau skema pemberangkatan tidak full bisa 50 persen, 25 persen atau lainnya kita belum tahu. Kalau yang ketiga tidak memberangkatkan haji, disampaikan waktu Ditjen PHU lepaskan keberangkatan umrah,” urainya.
Persiapan untuk haji, dari Ditjen PHU menginstruksikan tetap menggunakan skema memberangkatkan semua sejak awal. Namun, pihaknya belum menerima informasi terkait skema yang akan digunakan. Sementara ini, tim Dirjen PHU sudah berangkat ke Arab Saudi untuk mempersiapkan keberangkatan haji.
Mulai dari mempersiapkan akomodasi dan transportasi. Terlebih, transportasi ini merupakan salah satu pembiayaan yang mahal dan harus dipastikan sebelum keberangkatan CJH.
“Terkait keberangkatan belum ada informasi sama sekali. Tapi, kami dari awal sudah melakukan semua kegiatan yang berkaitan dengan keberangkatan haji. Mulai dari pemeriksaan paspor. Ada calon jemaah yang sudah mati, kami minta update dan sudah dikumpul kembali,” ungkapnya.
Sedangkan manasik haji, lanjut Aslam, bisa dilakukan dalam waktu dekat. Kalau calon jemaah haji yang sudah pembatalan, karena satu kali pelimpahan nomor kursi ternyata meninggal dunia. Biaya yang sudah disetorkan, akan dikembalikan ke ahli waris.
“Kami sudah siapkan cadangan, menutupi pembatalan. Cadangan sekitar 10 orang dan sudah melunasi semuanya,” tutupnya. (kn-2)


