NUNUKAN – Sehari setelah dideportasi dari Malaysia, seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia bernama Nursam Bin Muhdi meninggal dunia di Puskesmas Sedadap, Nunukan Selatan, Nunukan, Jumat lalu (1/4) sekitar pukul 10.15 Wita.
Diduga, pria asal Soppeng, Sulawesi Selatan, sejak kedatangan memang terlihat sakit. Sehingga dilakukan penerimaan khusus. Dikatakan Kepala Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan Kombes Pol FJ Ginting, almarhum merupakan satu diantara 237 deportan yang dipulangkan Pemerintah Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, pada Kamis lalu (31/3).
Dari sejumlah keterangan yang diperoleh dari rekan kerja almarhum. Pria berusia 38 tahun itu bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit di Malaysia dan sudah mengalami sakit cukup lama. Nursam ditangkap aparat Malaysia berkaitan nihilnya kepemilikan dokumen Imigrasi.
“Kami baru dengar infonya dari teman kerjanya. Kita belum sempat interview karena kondisinya yang sakit. Jadi terkait storynya, kami belum sempat dalami lebih jauh,” ujar Ginting, Minggu (3/4).
Menurut Ginting, setibanya di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Nursam terlihat pucat dan mengeluhkan sakit pada bagian dada disertai sesak napas. Petugas BP2MI Nunukan lalu menyiapkan kursi roda, mendahulukan pemeriksaan di bagian Bea Cukai dan Imigrasi.
Iapun disediakan ruang istirahat di gedung Rusunawa, yang menjadi rumah penampungan dan karantina bagi Deportan maupun CPMI. “Sempat mengeluhkan sesak pada Kamis malam. Namun kembali stabil setelah ditangani tim medis,” imbuhnya.
Namun Jumat pagi, Nursam kembali mengalami sesak napas dan mengharuskannya dibawa ke Puskesmas untuk tindakan medis. “Nyawa almarhum tidak tertolong. Dalam surat keterangan kematian, almarhum mengalami gagal jantung,” jelasnya.
Kabar kematian Nursyam, BP2MI Nunukan langsung menghubungi keluarga almarhum di Soppeng. Keluarga meminta agar sebisa mungkin jenazahnya dipulangkan, untuk dikebumikan di kampung halamannya. Merespon permintaan tersebut, BP2MI Nunukan berkomunikasi dengan BP2MI Kota Makassar Sulawesi Selatan. Untuk membahas pemulangan jenazah Nursam.
Mereka juga menyiapkan perjalanan, mulai dari carter speedboat ke Tarakan dan booking tiket, sekaligus kargo pesawat ke Makassar. Jenazah dikirim ke Sulawesi pada Sabtu lalu (2/4) sekitar pukul 12.30 Wita. Dilakukan pendampingan untuk memastikan jenazah sampai tujuan, bekerja sama dengan BP2MI di Sulawesi. (kn-2)


