Saturday, 18 April, 2026

Migor Curah dari Balikpapan Didatangkan Sebanyak 17 Ton

TANJUNG SELOR – Minyak goreng curah yang sudah direncanakan untuk didatangi, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, akhirnya terealisasi. Sebanyak 17 ton minyak goreng curah disalurkan ke sejumlah pelaku UMKM di Bulungan, Minggu (3/4).

Minyah goreng curah yang didatangkan dari Balikpapan ini merupakan kerja sama pemerintah, DPR RI dan pihak pengusaha. Lokasi pendistribusian minyak goreng curah, sekaligus Operasi Pasar di Pasar Induk Tanjung Selor.

Operasi pasar minyak goreng curah difasilitasi anggota DPR RI Dapil Kaltara Deddy Yevri Hanteru Sitorus bekerjasama dengan PT Rajawali Nusindo, sebagai penyalur minyak goreng curah di Kaltara.

Deddy Sitorus mengatakan, operasi pasar merupakan salah satu langkah, mengatasi kelangkaan minyak goreng di Bulungan. Minyak goreng curah yang diangkut dengan mobil tangki ini, didatangkan dari salah satu pabrik pengolahan atau refinery di Balikpapan, Kaltim.

“Ini salah satu upaya kami. Kami baru tahu, kalau ada refinery di Balikpapan. Ini ada 17 ton minyak goreng curah untuk pelaku UMKM,” ujar Deddy Sitorus.

Bahkan, anggota Komisi VI DPR RI ini akan memperjuangkan dan mendatangkan minyak goreng curah ke Kaltara. Melalui kerja sama dengan kementerian terkait dan BUMN, sebagai mitra kerja Komisi VI.

Akan tetapi, lanjut dia, operasi pasar tidak dapat dilaksanakan terus menerus. Pemerintah daerah dan Rajawali Nusindo serta pelaku usaha, diminta memikirkan proses distribusi yang baik. Agar minyak goreng curah dapat didatangkan secara konsisten.

“Mungkin akan ada lagi satu sampai dua kali hingga Ramadan selesai. Sehingga tak ada gejolak harga di bulan Ramadan. Kalau untuk ke depan harus berjalan dengan mekanisme distribusi yang sudah ada,” ungkapnya.

Di lain pihak, Asisten II Setkab Bulungan Errin Wiranda mengungkapkan, minyak goreng curah merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Sebab harga minyak goreng kemasan yang melambung tinggi, menyulitkan masyarakat.

“Memang di Kaltara khususnya Bulungan belum ada distributor minyak goreng curah. Pasokan minyak goreng di Bulungan ketersediaannya kurang,” tuturnya. Dibutuhkan 7.000 liter minyak goreng per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan wilayah Bulungan yang ada 10 kecamatan dan cukup luas, sehingga membuat kebutuhan minyak goreng cukup tinggi. “Kita harap minyak goreng curah juga difasilitasi dari pemerintah. Ini langkah awal untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng di masyarakat,” ujarnya.

Supervisor Kaltimtara Rajawali Nusindo Sujar yang turut memantau distribusi minyak goreng curah mengatakan, penyaluran ke Kaltara dari refinery Kutai Refinery Nusantara di Balikpapan. Dengan harapan dapat terdistribusi sesuai sasaran. Pihaknya memberikan harga Rp 13 ribu per liter, bagi pedagang yang menampung minyak goreng curah.

“Pedagang hanya dapat menjual ke pasar sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) yakni Rp 14 ribu per liter,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan manajemen di tingkat pusat. Agar minyak goreng curah dapat didatangkan tiap minggu ke Kaltara. Meski membutuhkan waktu perjalanan hingga 4 hari, dari Balikpapan ke Bulungan. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru