TARAKAN – Balai Obat dan Makanan (POM) Tarakan, kemarin (8/4), melakukan uji sampel terhadap 22 produk takjil berupa makanan. Hasilnya tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya.
Dari pantauan media ini, produk makanan yang dilakukan uji sampling meliputi cendol, pisang ijo, ikan kering olahan, puding, bolu kukus, abon dan kolak. Makanan tersebut sebelumnya dibeli Balai POM Tarakan secara acak kepada pedagang.
Kepala Balai POM di Tarakan Herianto Baan mengatakan, kegiatan uji sampel takjil menggunakan Mobil Keliling jajanan Ramadan di berbagai titik Kota Tarakan. Saat ini uji sampel di Pasar Ramadan, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah.
Petugas Balai POM mengambil secara acak jajanan atau takjil yang dijual di Pasar Ramadan. Kemudian dilakukan rapid test menguji empat kandungan bahan berbahaya. Empat bahan berbahaya yang diuji langsung di mobil tersebut yakni formalin, boraks, rhodamin B dan metanyl yellow.
“Dari kegiatan sampling takjil di Taman Oval Markoni, hasilnya tak ditemukan sampel takjil mengandung pangan berbahaya,” tegasnya.
Ia mengakui, uji sampel ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan olahan menjelang Idul Fitri. Hanya saja, pihaknya baru melakukan satu titik yang dilaksanakan pengujian sampel.
Rencananya akan melaksanakan pengujian sampel di titik lainnya, untuk memastikan produk yang dijajakan pelaku usaha aman dikonsumsi. Rencana titik masih akan dilakukan di tiga lokasi di masing-masing kecamatan. “Untuk jadwal dan lokasi masih merahasiakan, sehingga tak ada oknum nakal yang bisa memanfaatkan situasi,” ungkapnya.
Pemilihan uji sample juga mewakili penjualan produk di Tarakan. Namun pihaknya enggan membeberkan, waktu dan tempat dilakukan uji sampling. “Jangan sampai ada persiapan dari mereka. Jadi random saja yang akan diperiksa,” bebernya.
Tidak hanya di Tarakan, lanjut Herianto, bahkan menjadwalkan melakukan pengujian sampel takjil di luar Kota Tarakan. Terlebih di Kabupaten Malinau dan Nunukan. (kn-2)


