TANJUNG SELOR – Infrastruktur merupakan bagian yang patut diperhatikan, sebagai penunjang dan dukungan bagi investor. Ketika berinvestasi di Kabupaten Bulungan. Karena, akses jalan sangat vital menuju kawasan pembangunan.
Bulungan saat ini, terdapat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan dan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, yang masih berproses. Di dua lokasi berbeda tersebut, akses jalan masih sangat memprihatinkan.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan (Bapeda-Litbang) Bulungan Kristianto mengatakan, untuk pembangunan kedua jalan poros merupakan kewenangan pemerintah daerah. Dalam hal pembangunan, setiap tahun diusulkan pemerintah daerah. Namun, pengerjaan pembangunan dilihat kemampuan keuangan daerah.
“Kalau untuk perbaikan jalan dari Tanjung Selor menuju Kecamatan Peso, dengan kemampuan anggaran Rp 1,2 miliar tidak memungkinkan. Salah satu upaya kita mendorong ini menjadi jalan negara. Lalu PLTA didorong menjadi Proyek Strategis Nasional lewat Kementerian Perekonomian,” terang Kristianto, Jumat (15/4).
Usulan pengalihan jalan menjadi Jalan Nasional sudah masuk di kementerian. Namun, kedua jalan poros tersebut belum memenuhi persyaratan. Dikarenakan lebar jalan masih kurang sesuai persyaratan. Idealnya, agar bisa terpenuhi menjadi Jalan Nasional memiliki lebar 30 meter. Karena akan dibangun dua lajur dengan ukuran ruas masing-masing 8 meter. Ditambah bahu jalan dan trotoar masing-masing 4 meter.
“Jalan poros yang ada saat ini belum mencapai lebar 30 meter. Meskipun demikian, kita masih tetap lobi Pemerintah Pusat. Paling tidak ada kebijakan yang diberikan ke daerah dengan melihat kondisi yang ada,” tutupnya. (kn-2)


