Wednesday, 29 April, 2026

Dua Kabupaten Sudah Zero Kasus Covid-19

TANJUNG SELOR – Kasus aktif penyebaran Covid-19 di Kaltara sudah melandai. Hal itu berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Bahwa tercatat  kasus aktif hanya berkisar 10 pasien.

Dari jumlah tersebut tersebar di Tarakan (5 kasus), Bulungan 4 kasus dan Nunukan satu kasus. Sementara KTT dan Malinau saat ini sudah zero kasus aktif. Dengan terjadi penurunan kasus pun merupakan hal yang diharapkan bersama.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menuturkan, Kaltara patut bersyukur dengan melandai angka sebaran Covid-19. Itu membuktikan angka kepatuhan terhadap protokol kesehatan membaik dan tingkat vaksinasi yang terus digencarkan selama ini.

“Semoga ini terus menurun sampai pada zona hijau,” harap Zainal, Selasa malam (26/4).

Untuk merealisasikan menjadi zona hijau, perlu kesadaran kolektif agar divaksin. Sesuai prediksi pusat, angka Covid-19 bakal meningkat pasca lebaran. Mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Kaltara akan memperketat pintu masuk.

“Kita akan perketat kembali pintu masuk Kaltara. Baik jalur darat maupun sungai atau laut. Bagi warga yang masuk Kaltara, akan dimintai kartu vaksinasi dan akan ada pemeriksaan. Jika ditemukan yang terindikasi, bisa langsung teratasi untuk di karantina,” ungkap Gubernur.

Bahkan, setiap orang yang masuk Kaltara berencana di swab di lapangan menggunakan antigen. Pemprov Kaltara memastikan untuk swab tidak dipungut biaya.

Secara terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy menambahkan, untuk menekan lajunya mutasi virus pasca lebaran, berusaha mengikuti anjuran Pemerintah Pusat. Dengan memperhatikan upaya pencegahan dini. Seperti memperkuat kembali koordinasi dan monitoring bersama Satgas di daerah.

Selanjutnya meningkatkan vaksinasi primer, lansia, dan anak serta mendorong percepatan vaksinasi lanjutan atau booster. “Masyarakat agar tetap tenang, tidak panik jika terjadi lonjakan kasus. Antisipasi sudah dilakukan pemerintah daerah melalui kesiapan yang jauh lebih baik,” tuturnya.

Berkaitan kewajiban warga harus di swa antigen saat mudik, diakui Agust, belum mendapat regulasi turunan dari Pemerintah Pusat. “Karena tak ada aturan harus swab, jadi tetap mengikuti aturan Satgas Nasional. Jika ditemukan masyarakat yang menunjukkan gejala, petugas kesehatan langsung memeriksa,” ujarnya.

Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama hampir tiga tahun. Merebaknya varian virus baru SARS Cov-2 Omicron, menyebabkan gelombang ketiga kasus Covid-19 sejak akhir Januari 2022.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina Wahyufitri mengatakan, untuk mengurangi penyebaran Covid-19 melalui pembatasan mobilitas dan interaksi masyarakat. Dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas ekonomi yang berangsur pulih.

“Efektivitas penanganan pandemi Covid-19 sangat bergantung pada perilaku masyarakat. Tanpa kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan, penyebaran virus akan sangat sulit dikendalikan,” terangnya, Rabu (27/4).

Adanya varian baru dengan tingkat penyebaran yang lebih cepat, menjadi tantangan dan perhatian semua pihak. Namun, pemerintah terus mengupayakan percepatan dan perluasan target vaksinasi.

“Sejumlah kebijakan yang telah diambil pemerintah mulai membuahkan hasil,” imbuh Tina.

Geliat aktivitas ekonomi perlahan mulai kembali menguat. Hingga datangnya gelombang ketiga, kasus harian terlihat semakin melandai. Selain kesadaran dan perilaku masyarakat, faktor ekonomi dan sosial perlu mendapat perhatian. Apalagi pembatasan kegiatan masyarakat tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, sosial tetapi kondisi psikologi.

Dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19, BPS kembali melaksanakan Survei Perilaku Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19, periode 16-25 Februari 2022. (kn-2)

Perilaku Masyarakat dalam Menerapkan Prokes:

Memakai masker              82,7 persen

Mencuci tangan               72,2 persen

Menjaga jarak                 63,6 persen

Menghindari kerumunan   65,8 persen

Tingkat kepatuhana masyarakat terhadap protokol kesehatan (Prokes) secara umum cukup membaik

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru