TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung berkolaborasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) dan PT Hanna Idea Indonesia, melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek), Sistem Informasi Manajemen dan Pelayanan Desa (Simpeldesa).
Bimtek yang berlangsung di Kota Tarakan, dibuka Bupati KTT Ibrahim Ali. “Melalui aplikasi ini, desa akan lebih mudah untuk dipantau masyarakat dan saling terhubung antar desa. Sehingga memudahkan untuk sharing ide-ide kreatif, yang ada di setiap desa,” singkat Ibrahim, Jumat (3/6).
Kepala Dinsos PMD KTT Asnol menjelaskan, aplikasi itu bisa terintegrasikan laporan dan kegiatan di setiap desa. Bahkan, memudahkan kontrol masyarakat dalam pembangunan desa. “Manfaat dari aplikasi ini, sangat baik untuk mempermudah manajemen desa. Karena transparansi penggunaan anggaran dana desa bisa diketahui khalayak umum,” tuturnya.
Dari 32 desa di KTT, yang mengikuti bimtek sementara hanya 14 desa. Sisanya 18 desa belum dilibatkan. Dengan pertimbangan wilayah yang blank spot dan ini yang masih digenjot Diskominfo KTT.
“Jadi tugas kita ke depannya, agar desa yang blank spot bisa terintegrasi dengan jaringan. Apalagi untuk menunjang penggunaan aplikasi ini perlu kekuatan jaringan dengan standar 4G,” ungkapnya.
Adanya aplikasi Simpeldesa sejalan dengan rencana pemerintah desa, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tingkat desa. Dengan memanfaatkan sumber potensial setiap desa, ekonomi yang belum terangkat melalui aplikasi ini bisa digali.
“Aplikasi Simpeldesa ini ada tiga pilar, yakni smart government, ekonomi dan society,” ujarnya.
Smart government menyangkut pada pelayanan berbasis transparansi oleh desa saat menggunakan dana desa dalam membangun. Smart ekonomi, memanfaatkan BUMDes dengan menghubungkan masyarakat, untuk memasarkan produk.
Lalu, untuk Smart Society, masyarakat sebagai pengontrol dan mengambil andil dalam pembangunan desa. Mulai yang paling kecil, dari tingkat RT, desa dan terintegrasi dengan kabupaten.
“Selama kurang lebih setahun ke depan, penggunaan aplikasi ini didampingi oleh PT yang bersangkutan. Sampai desa benar-benar bisa mandiri,” harapnya.
Adanya aplikasi ini, bisa berkolaborasi dalam memasarkan produk potensial yang lain. Kelemahaan yang dihadapi dalam penggunaan aplikasi ini, terkait kestabilan jaringan. (kn-2)


