Friday, 17 April, 2026

Sapi Kurban Jokowi Diperiksa, Antisipasi PMK

TARAKAN – Sapi kurban milik Presiden RI Joko Widodo yang sudah tiba di Tarakan dilakukan pengecekan kondisi kesehatan, Jumat (10/6).

Tim dari Veteriner Banjarbaru Kalsel memastikan, sapi yang akan disembelih pada Idul Adha bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Medik Veteriner Balai Veteriner Banjarbaru, Kalsel drh Indra Wijanarko mengatakan, sudah melakukan tahap seleksi pada sapi yang akan digunakan untuk kurban oleh Presiden RI. Selain dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan secara eksternal. “Karena ada kegiatan lain di Kaltara sekalian kami cek kondisi sapi itu,” ujarnya.

Selain mengecek kondisi kesehatan, pihaknya juga melakukan spesimen atau mengambil sampel dan pengujian laboratorium. Terutama untuk penyakit yang strategis. Diantaranya fisiologis, PMK, parasit, sistem pencernaan dan hati.

Pihaknya sudah mengambil sampel darah, serum, feses, dan pemeriksaan parasit darah menggunakan sampel darah. Hanya saja cukup dilakukan sampling beberapa titik. Karena cakupannya terlalu banyak, jika semua sapi kurban mau diambil sampel. Kemungkinan bila sudah pas hari H, baru ada tim turun periksa kondisi pasca dipotong.

Adapun pengambilan sampel di wilayah Pasir Putih, hanya tiga ekor sapi. Pengujian nantinya tidak lama. Tapi membutuhkan waktu membawa sampel ke Banjarbaru.

“Itu tiga ekor diseleksi. Mana yang akan dikurbankan Jokowi. Di provinsi satu ekor, nanti peruntukan menunggu koordinator atau penanggung jawab pusat,” tuturnya.

Selain wilayah Pasir Putih Kelurahan Karang Anyar. Pihaknya juga akan mengambil sampel di Kelurahan Karang Harapan, Juata Laut dan Kampung Enam. Adapun untuk yang dikurbankan jenis sapi, dengan berat badan minimal 800 kg jenis Limosin salah satunya.

“Besok (hari ini, Red) kembali ke Banjarbaru, lalu proses administrasi butuh waktu satu hari dan Senin masuk. Paling lambat Jumat (17 Juni) sudah keluar semua. Jadi ada yang satu hari keluar, bahkan ada hingga dua dan tiga hari hasilnya diketahui,” ungkapnya.

Pantauan Balai Veteriner Banjarbaru, saat ini di Kaltara masih masuk zona hijau. Belum ada tanda mengarah PMK. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru