TARAKAN – Fenomena Water Spout atau angin puting beliung kembali menghampiri perairan Kota Tarakan, sekitar pukul 08.00 Wita, Senin (13/6). Sebelumnya kejadian yang sama terjadi pada 6 Juni lalu.
Salah seorang saksi mata, Saharuddin mengatakan, angin puting beliung terjadi di perairan Tarakan, wilayah pesisir Kecamatan Tarakan Timur. Ia menyebut, fenomena tersebut disaksikan anak buah kapal (ABK), nelayan dan warga yang bermukim di pesisir Tarakan.
Water spout tersebut seperti gumpalan angin dan awan, yang pusarannya mulai dari di atas awan hingga ke perairan. “Ada puting beliung di atas perairan Tarakan, lokasinya tak jauh dari dermaga Lantamal XIII Tarakan atau sekitar Sungai Mamburungan, Pamusian,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Sahar itu memantau fenomena langka dari atas kapal industri tempat ia bekerja. Ia juga menyampaikan, posisinya kurang lebih berjarak 500 meter dari titik angin tersebut. “Saya lihat itu semakin besar puting beliungnya,” tegasnya.
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara Rustan mengatakan, beberapa nelayan yang tengah beraktivitas di perahu sempat melihat water spout di atas perairan Tarakan. Ia berharap, angin puting beliung ini tak memicu kejadian yang membahayakan masyarakat Kota Tarakan. “Angin puting beliung di atas perairan Tarakan. Bahaya sekali, semoga tidak terjadi apa-apa,” singkatnya.
Forecaster BMKG Tarakan, Nofrida Handayani Sodik membenarkan adanya fenomena puting beliung di perairan Tarakan. Fenomena water spout ini terjadi dalam waktu hitungan menit dan singkat. Sesuai dengan Produk Citra Radar Cuaca Tarakan, terdapat awan konvektif cumulonimbus di arah Tenggara wilayah Perairan Tarakan.
“Faktor penyebab adanya water spout dikarenakan adanya awan Cumulonimbus. Sehingga terjadi proses sirkulasi konvektif downdraft (arus udara kebawah) dan updraft (arus udara keatas) yang menyebabkan angin kencang,” jelasnya.
Hasil analisis cuaca BMKG terhadap fenomena itu, menunjukkan awan Cumulonimbus terbentuk sejak pukul 08.00 Wita pagi. Kemudian, awan konvektif terus tumbuh berkembang hingga pukul 08.20 Wita.
“Produk UWT jam 08.20 Wita juga menggambarkan adanya pertemuan massa udara. Dengan kecepatan angin mencapai 30 knots atau sekitar 15.43 meter/detik,” sebutnya. (kn-2)


