Thursday, 30 April, 2026

Harga Cabai Kian Pedas, Ini Penyebabnya….

TARAKAN – Harga pada komoditas cabai di Kota Tarakan mengalami kenaikan. Faktor cuaca yang tidak menentu, mempengaruhi harga jual cabai di pasaran.

Kepala Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan Kota Tarakan Elang Buana menjelaskan, harga cabai yang cenderung mengalami peningkatan bukan hanya permasalahan di Tarakan saja. Bahkan mempengaruhi harga cabai se-nasional. “Kadang di sana lebih mahal juga, tapi mungkin disesuaikan nanti dengan pedagang kita,” jelasnya, Selasa (30/8).

Mayoritas petani cabai masih bergantung pada modal yang diberikan oleh pemodal. Sehingga pada saat panen, cabai tersebut di jual ke pemberi modal dan selanjutnya dijual dengan harga pasar.

“Bisa jadi tengkulak, tapi itu kata petani sangat membantu. Kalau di pasar itu orang ketiga jatuhnya, dari petani ke pemberi modal baru ke pedagang. Petani ini juga agak susah menjual langsung,” ungkapnya.

Ia menegaskan komoditas cabai sebagian besar telah memberdayakan petani lokal. Dalam satu pekan, mampu memproduksi 29 ton cabai. Terdiri dari cabai besar 14 ton dan cabai rawit 15 ton. Mengingat kebutuhan cabai di Tarakan 19 ton per pekan.

Hasil panen cabai ini sejalan dengan ekspor dan impor yang masih pihaknya lakukan. Dibanding kabupaten lain, harga cabai di Tarakan masih tergolong murah. Terlebih sentra hotikultura berada di wilayah Tarakan.

“Cabai ini kita kirim juga keluar Tarakan, tidak hanya cabai tapi juga tomat. Ada juga yang dari Sulawesi kita kirim ke Tawau atau daerah lain di Kaltara, seperti Malinau dan KTT,” sebutnya.

Elang menegaskan, masih ada pengambilan komoditas cabai dari wilayah Sulawesi. Namun masyarakat Tarakan lebih menyukai cabai local. Karena menganggap cabai lokal lebih segar dibanding cabai yang harus melalui proses pengiriman. “Karena lebih segar, kualitas lainnya juga dan memang sedikit kita ambil dari Sulawesi. Lebih banyak yang keluar Tarakan dibandingkan cabai yang masuk ke Tarakan,” tuturnya.

Terpisah, pedagang cabai di Pasar Boompanjang, Siti (35) mengaku saat ini harga cabai yang dijual tidak menentu setiap harinya. Terkadang bisa mendapatkan harga yang cukup mahal dari pemodal, sehingga harga jualnya tidak menentu. Saat ini cabai yang ia jual seharga Rp 80 ribu-Rp 100 ribu per kg.

“Terkadang ada juga yang murah Rp 60 ribu, tapi kalau ini masih diharga Rp 80 ribu ke atas. Kalau pelanggan beli saja, karenakan lombok kebutuhan juga,” ucapnya.

Ia tidak merasa keberatan, jika harga jual tergolong fluktuatif selama stok cabai di Tarakan masih aman. “Tidak masalah kalau di atas Rp 80 ribu. Yang khawatir itu kalau cabainya sampai kosong. Kita tidak jualan dan kasihan juga pembeli,” imbuhnya. (kn-2)

Artikel SebelumnyaBocah 4 Tahun Diduga Tenggelam
Artikel SelanjutnyaBelum Ada Tindakan

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru